DKPP : Hewan Kurban Sehat di Surabaya Ditempeli Stiker

id pemeriksaan hewan kurban,DKPP Surabaya,pemkot surabaya,hewan kurban,idul adha,antaranews jatim

DKPP : Hewan Kurban Sehat di Surabaya Ditempeli Stiker

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkot Surabaya Joestamadji (Abdul Hakim)

Pemeriksaan itu fokus ke antemortem yang meliputi fisik hewan kurban, misalnya usia minimal 2 tahun untuk sapi, sedangkan untuk kambing diatas usia 1 tahun
Surabaya (Antaranews Jatim) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Jatim menyatakan hewan yang lolos dari pemeriksaan kesehatan atau dinyakan sehat akan ditempeli stiker.
     
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Surabaya Meita Irene Wowor, di Surabaya, Kamis, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah lokasi penjualan hewan kurban di Surabaya.
     
"Kalau diamati sapi yang lincah kemungkinan besar adalah sapi yang tidak sakit," katanya.
     
Menurut dia, sapi yang sehat bisa juga diamati dari giginya mengkilap, kemudian lubang anus, mulut dan telinga tidak ada kotoran. Selain itu, lanjut dia, daerah asal hewan kurban juga menjadi pertimbangan pemeriksaan kesehatan. 
     
Ia mengatakan kebanyakan hewan kurban di Kota Surabaya didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Timur yang selama ini diketahui aman dari  penyakit.
     
Kepala DKPP Pemkot Surabaya Joestamadji mengatakan pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan DKPP selama ini melibatkan dokter hewan dan kalangan akademisi.
     
"Pemeriksaan itu fokus ke antemortem yang meliputi fisik hewan kurban, misalnya usia minimal 2 tahun untuk sapi, sedangkan untuk kambing diatas usia 1 tahun," katanya.
     
Selain itu, lanjut dia, pemeriksaan dilakukan terhadap asal hewan dan para pedagangnya. Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga agar hewan yang dipotong sehat dan dagingnya baik.
     
Joestamadji mengatakan pada tahun sebelumnya sebanyak 3.000 hewan ternak yang diperiksa dengan jumlah petugas sekitar 80 orang. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah lokasi di 31 kecamatan.
     
"Biasanya untuk lokasi penjualan hewan kurban ditentukan oleh lurah atau camat di wilayah setempat," katanya. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar