PT KAI Prediksi Jumlah Penumpang yang Turun Jelang Malam Takbiran Bertambah

id pt kai ,daop 7 madiun ,jumlah penumpang yang turun,jumlah penumpang ,penumpang mudik ,lebaran 2018

PT KAI Prediksi Jumlah Penumpang yang Turun Jelang Malam Takbiran Bertambah

Manajer Humas PT KAI DAOP VII Madiun Supriyanto. (foto Asmaul Chusna)

Data yang masuk pagi ini, penumpang yang akan turun di wilayah Daop VII Madiun sebanyak 17.996 nanti sampai jam 24.00 WIB. Ini bertambah lagi di kisaran 19 ribu penumpang
Kediri (Antaranews Jatim) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun, Jawa Timur, memprediksi jumlah penumpang kereta yang akan turun hingga malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 2018 diperkirakan akan bertambah hingga 19 ribu penumpang.

"Data yang masuk pagi ini, penumpang yang akan turun di wilayah Daop VII Madiun sebanyak 17.996 nanti sampai jam 24.00 WIB. Ini bertambah lagi di kisaran 19 ribu penumpang," kata Manajer Daop VII Madiun Supriyanto saat di Stasiun Kertosono, Kabupaten Kediri, Kamis pagi.

Ia menduga, meningkatkan penumpang yang turun tersebut karena mereka membeli tiket mendadak. PT KAI membuka penjualan tiket, mengisi tempat duduk yang kosong, karena pemilik tiket sebelumnya membatalkan.

"Ada pembelian yang dua jam sebelum keberangkatan. Itu yang belum masuk di data," katanya.

Di Stasiun Kertosono, Kabupaten Kediri, jumlah penumpang naik dan turun juga masih relatif banyak. Kenaikan sudah terlihat sejak tanggal 5 Mei 2018, dimana saat itu yang naik mencapai 940 penumpang dan yang turun 852 penumpang.

Sedangkan, pada tanggal 12 Mei 2018, jumlah penumpang yang naik mencapai 925 orang dan penumpang yang turun sebanyak 1626 orang. Pada tanggal 13 Mei 2018, jumlah penumpang yang naik mencapai 934 orang dan yang turun hingga 2.009 orang.

Ia menambahkan, secara total jumlah penumpang selama angkutan Lebaran 2018 mencapai 316.801 orang penumpang atau sudah tercapai 26,9 persen, dengan jumlah perjalanan kereta api, 44 KA jarak jauh reguler, 10 KA tambahan lebaran, dan 10 KA lokal (Dhoho/KRD).

Untuk di Kediri, antara penumpang jarak jauh dan dekat, Supriyanto mengatakan relatif jumlahnya sama, 50 persen. Mereka yang naik kereta api lokal kemungkinan untuk mudik ke kampung halaman di Surabaya dan sekitarnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tim keamanan dari petugas PT KAI dibantu oleh polri. Pengamanan dilakukan hingga 24 jam, memastikan seluruh pengguna kereta api merasa nyaman selama perjalanan, terlebih lagi volume penumpang yang tinggi menjelang Lebaran 2018.

Ia juga mengakui, terdapat beberapa barang milik penumpang yang ketinggalan di kereta. Namun, semu barang tersebut diamankan oleh petugas dan jika berada di luar stasiun, akan dikembalikan ke stasiun tempat penumpang bersangkutan turun.

"Ada puluhan penemuan barang yang ketinggalan. Namun, selama penumpang tersebut sesuai dengan tempat duduknya, akan mudah ditemukan. Dan, dari hasil pemeriksaan sebagian besar ditemukan, jadi dikembalikan langsung," katanya.

Pihaknya mengimbau penumpang untuk selalu berhati-hati dengan barang bawaannya selama naik kereta api, demi mencegah barang tertinggal. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar