Ribuan TKI Mudik lewat Batam

id TKI, mudik, batam

Ribuan TKI Mudik lewat Batam

Keluarga menunggu kedatangan keluarganya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonsia (TKI) di Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (6/6). Lonjakan pemudik TKI mulai terlihat di Bandara Internasional Juanda dan puncak arus mudik TKI akan terjadi pada H-2 lebaran 1439 H. Antara jatim/Umarul Faruq/zk/18

Mendekati hari H (Hari Raya Idul Fitri) biasanya penumpang yang datang bisa mencapai 10 ribu orang dan setengahnya kami perkirakan pekerja migran.
Batam (Antaranews Jatim) - Ribuan Tenaga Kerja Indonesia yang mengadu nasib di Singapura dan Malaysia, pulang ke kampung halaman masing-masing melalui Kota Batam, Kepulauan Riau, setiap harinya, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

"Mendekati hari H (Hari Raya Idul Fitri) biasanya penumpang yang datang bisa mencapai 10 ribu orang dan setengahnya kami perkirakan pekerja migran," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto di Batam, Minggu.

Pihak imigrasi tidak dapat membedakan WNI yang melalui tempat pemeriksaan imigrasi adalah TKI atau hanya WNI pelancong, sehingga jumlahnya tidak bisa dipastikan.

"Untuk pekerja migran atau bukan, kami belum bisa mengantisipasinya karena itu sangat relatif dan tidak tertera di dalam kesisteman," kata Lucky.

Ia mengatakan, jumlah penumpang yang tiba dari Malaysia dan Singapura di Pelabuhan Internasional Batam Center lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya. Namun, menurut dia, jumlahnya belum terlalu signifikan.

Imigrasi, kata dia, sudah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan meningkatkan sistem juga sumber daya manusia yang bertugas.

"Kami sudah menambah jumlah konter kedatangan dan keberangkatan yang awalnya 10 menjadi 12, baik itu di kedatangan maupun di keberangkatan," kata Lucky.

Ia optimis, penambahan anjungan pemeriksaan paspor tersebut, dapat meningkatkan pelayanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, sekaligus mengurangi antrean panjang.

 
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar