Kunjungan Wisman ke Sumenep Tak Terpengaruh Teror

id Mukti Ali,Mandala Wisata,Wisman ke Madura

Kunjungan Wisman ke Sumenep Tak Terpengaruh Teror

Wisatan Manca Negara yang berkunjung ke sejumlah tempat bersejarah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Surabaya  (Antaranews Jatim) - Kunjungan wisatawan manca negara (Wisman) ke Sumenep, Jawa Timur, tidak terpengaruh kasus teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Menurut Ketua Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM) Mukti Ali, Selasa, kunjungan wisatawan manca negara tetap berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan.

"Tadi pagi kami mengantar sebanyak 40 orang wisatawan asing dengan tujuan Sumenep, dan mereka mengunjungi sejumlah tempat wisata sejarah yang ada di Kabupaten Sumenep," kata Mukti.

Ia menjelaskan, para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa itu, umumnya merupakan wisatawan dari Amerika, Eropa dan Australia.

Mereka datang ke Indonesia melalui agen perjalanan wisata dunia Star Clipper dengan jaringan Asia Destination selaku operator perjalanan wisata di tingkat nasional, sedangkan untuk wilayah Madura melalui Mandala Wisata Tour and Transpot.

"Saya selaku operator perjalanan wisata di tingkat lokal Madura. Makanya saya mengetahui secara langsung tentang kedatangan wisatawan asing yang masuk di Madura ini," ujar Mukti Ali.

Ia menjelaskan, ada beberapa lokasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara dari sejumlah negara itu. Masing-masing Karaton Sumenep, Meseum Sumenep, Masjid Agung Sumenep, lalu menonton karapan sapi dan ke Pantai Sembilan Gili Genting.

Mukti Ali yang juga pemilik Mandala Wisata ini lebih lanjut menjelaskan, sebenarnya jumlah wisatawan asing yang menuju Indonesia melalui kapal pesiar saat ini ratusan orang.

Mereka melakukan perjalanan wisata selama enam bulan. Akan tetapi yang menuju Madura hanya 40 orang.

"Tujuannya Sumenep, karena disana memang yang paling siap. Meskipun Pamekasan juga banyak memiliki situs sejarah, tapi Pamekasan tidak siap dan tidak memiliki agenda wisata tahunan sebagaimana Sumenep," ujar Mukti Ali. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar