Situbondo (ANTARA) - Sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terendam banjir luapan sungai setelah beberapa jam diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi, pada Sabtu malam.

Informasi yang dihimpun ANTARA, beberapa wilayah terendam banjir luapan sungai di antaranya, Desa Bungatan (Kecamatan Bungatan), Desa Mlandingan Kulon, (Kecamatan Mlandingan), Desa Lubawang dan Desa Kalianget (Kecamatan Banyuglugur), Desa Besuki (Kecamatan Besuki).

"Untuk di Dusun Gunung Sari, Desa Bungatan, malam ini kembali terendam banjir dan ada sekitar 50 rumah terdampak ketinggian air 50 cm, sama seperti banjir yang terjadi pada Jumat (6/3) malam," kata Camat Bungatan, Yogie Kripsian Sah saat dihubungi di Situbondo, pada Sabtu malam.

Menurut dia, Sungai Curah Udang di Dusun Gunung Sari, Desa Bungatan meluap dan membanjiri sekitar 50 rumah warga termasuk kantor kecamatan sejak pukul 19.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Yogie menyampaikan Sungai Curah Udang sejak lama mengalami pendangkalan, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik, dan saat hujan deras dengan durasi yang cukup lama, air sungai dipastikan meluap.

"Oleh karena itu, normalisasi Sungai Curah Udang perlu segera dilakukan, karena sungai sudah tidak mampu menampung debit air ketika hujan dengan intensitas cukup tinggi," ujar dia.

Sementara di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, puluhan rumah juga terendam banjir akibat sungai di desa setempat meluap dan membanjiri rumah warga dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.

"Di Desa Mlandingan Kulon juga banjir, ada dua sungai yang meluap dan membanjiri rumah warga, dan ini sudah menjadi langganan banjir saat hujan deras dan durasi yang cukup lama," kata salah seorang warga desa setempat, Fausi saat dihubungi.

Informasi diperoleh ANTARA, di Desa Lubawang dan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur (wilayah barat Situbondo) puluhan rumah kembali diterjang banjir bandang setelah air Sungai Lubawang tak mampu menahan debit air.

Sampai saat ini, hampir di seluruh wilayah Situbondo masih diguyur hujan, dan petugas BPBD, Tagana, dan instansi terkait lainnya berbagi tugas melakukan asesmen terdampak bencana banjir.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026