Arief Darmawan: Mengabdi ke Negara Sebagai Protokol

id protokol,opo jarene,pemprov jatim,surabaya

Arief Darmawan: Mengabdi ke Negara Sebagai Protokol

Staf Protokol Biro Humas dan Protokol Serdaprov Jatim, Arief Darmawan. (Foto Istimewa)

Protokol tidak mengenal waktu libur. Meski hari Sabtu atau Minggu bahkan tanggal merah sekalipun tetap bertugas. Jadi harus siap setiap saat
Gagal menjadi prajurit TNI setelah mengikuti tes di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), tak membuat Arief Darmawan patah arang untuk mengabdi kepada negara.

Takdir membawanya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai staf protokol di Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

"Awalnya saya lolos 620 besar di Akabri, tapi secara nasional hanya diambil 300 orang. Tapi, apapun itu harus tetap disyukuri karena sama-sama mengabdi kepada negara walaupun beda cara," ujarnya.

Pada Januari lalu, pria yang akrab disapa Wawan itu tercatat 23 tahun menjadi ASN di Pemprov Jatim.

Pada 1996, tugas pertama ditempatkan di bagian umum Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jatim, yang sekarang berubah nama menjadi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim.

Setelah 16 tahun, pada 2012 pria yang menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SMPN 1 dan SMAN 1 Sidoarjo ini dimutasi menjadi staf protokol di Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim.

Bagi dirinya, tugas sebagai protokol memiliki tantangan tersendiri karena selalu mengikuti acara pimpinan, mulai Gubernur, Wakil Gubernur, Sekdprov hingga kunjungan kerja Presiden, Wakil Presiden, tamu asal negara lain maupun wakil rakyat DPR RI saat ke Jatim.

Hal inilah yang membuat waktunya berkumpul dengan keluarga sangat terbatas. Sebab tak bisa dipungkiri bahwa usia menjadi beban tersendiri sebagai protokol karena pelaksanaan tugas keprotokolan selain dibutuhkan keterampilan, ketanggapan, kecerdasan juga dibutuhkan ketangguhan fisik.

"Protokol tidak mengenal waktu libur. Meski hari Sabtu atau Minggu bahkan tanggal merah sekalipun tetap bertugas. Jadi harus siap setiap saat," kata alumnus sarjana hukum di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya ini.

Lancarnya tugas keprotokolan bukan buah kerja keras diakuinya bukan karena satu orang saja, tapi berkat kerja sama jajaran protokol.

"Jika saya yang bertugas, itu bukan semata-mata kesuksesan saya, tapi berkat kerja keras jajaran protokol. Mulai dari Kepala Biro Humas dan Protokol, Kabag Protokol Aris Agung dan semua teman-teman protokol," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar