Surabaya (ANTARA) - Ngabuburit saat Ramadhan di kawasan Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur memang layak untuk dicoba. Tidak sedikit pilihan kuliner yang disajikan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di salah satu pusat wisata Kota Pahlawan itu.
Menjelang waktu berbuka puasa, warga mulai memadati area pedestrian yang cukup luas. Walau hanya sekedar jalan-jalan menikmati suasa sore di kawasan Jalan Tunjungan, namun siapa yang tidak tergoda untuk berburu berbagai kuliner menarik untuk berbuka puasa.
Deretan pelaku UMKM di jalur pejalan kaki menawarkan beragam pilihan kuliner Ramadhan yang menggoda. Aroma makanan yang dimasak langsung menyambut pengunjung sejak memasuki kawasan tersebut.
Sembari menunggu adzan Maghrib berkumandang, warga yang menghabiskan waktu di kawasan Jalan Tunjungan, terlihat menikmati suasana. Temaram lampu kota yang menghiasi kawasan, menambah kesan hangat di pusat Kota Surabaya.
Salah satu makanan ringan yang banyak dijumpai adalah takoyaki. Makanan khas Jepang yang dimasak di atas wajan berbentuk bundar itu, memiliki tekstur yang sedikit renyah di bagian luar, namun tetap lembut di dalam.
Disajikan hangat, kuliner itu memanjakan lidah dengan rasa gurih dan tidak salah dijadikan sebagai salah satu pilihan kudapan saat berbuka puasa. Untuk satu porsi takoyaki, dijual dengan harga mulai sekitar Rp15.000.
Selain takoyaki, kepulan uap tipis dari wadah pengukus dimsum juga menjadi salah satu pilihan yang menarik. Dimsum yang memiliki tekstur lembut dengan isian yang hangat, menjadi pilihan makanan ringan yang praktis untuk dinikmati sembari berjalan-jalan.
Tak berbeda dengan takoyaki, satu porsi dimsum dijual dengan harga Rp15.000 dan menjadi pelengkap menu berbuka puasa saat berada di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya.
Setelah berpuasa satu hari penuh, tentunya untuk melepas dahaga akan cocok dengan minuman dingin. Es cokelat yang dijual Rp10.000 per gelas, bisa menjadi pilihan yang menarik dengan perpaduan rasa cokelat dan susu.
Salah satu pedagang es cokelat, Diva (23), mengatakan kawasan tersebut menjadi tempat bagi warga untuk menikmati waktu menjelang berbuka dengan suasana yang lebih santai.
“Biasanya pengunjung datang sambil jalan-jalan dulu, melihat-lihat makanan, lalu menunggu waktu berbuka di sini,” ujarnya.
Menurut dia, suasana berjualan selama bulan Ramadhan tidak jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Namun, jumlah pengunjung cenderung meningkat pada akhir pekan, seiring banyaknya warga atau wisatawan yang berkunjung.
“Kalau Ramadhan sebenarnya hampir sama seperti hari biasa, tapi biasanya lebih ramai saat Sabtu dan Minggu,” kata Diva.
Kawasan Jalan Tunjungan Surabaya menawarkan perpaduan ruang publik yang terasa nyaman dan hangat, dengan pilihan kuliner ringan dengan harga terjangkau, serta suasana pusat kota yang tetap hidup.
Area UMKM di Jalan Tunjungan Surabaya pada waktu Ramadhan bisa menjadi alternatif bagi warga atau wisatawan yang berkunjung untuk menunggu waktu berbuka, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat dan menikmati kehidupan malam pusat kota.
*) Risky Widana adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang melaksanakan Magang Magenta di Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
Pewarta: Rizky Widana *)Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026