Nyepi dan Introspeksi Diri

id hari raya nyepi,introspeksi diri

Nyepi dan Introspeksi Diri

Penulis (Zumrotun Solichah)

Dengan melakukan introspeksi diri, tentu masih belum menjadikan manusia tersebut sempurna karena masih ada kekurangan yang dimiliki oleh setiap orang, namun setidaknya dengan introspeksi diri dapat meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia dan meningkatkan kualitas hubungan manusia dengan Tuhannya.
Umat Hindu hari ini merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 atau pada 17 Maret 2018. Nyepi berasal dari kata sepi atau sunyi yang merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Saka yang dimulai sekitar tahun 78 Masehi.

Pada Hari Raya Nyepi, seluruh umat Hindu melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia yang bersih dan suci lahir batin, sehingga semua aktivitas yang berkaitan dengan duniawi tidak dilakukan.

Dalam melaksanakan Hari Nyepi juga melaksanakan Catur Brata Penyepian,  yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

Pesan itu juga mengingatkan kita bahwa manusia perlu untuk menghentikan urusan duniawi sejenak, berdiam diri, merenung, dan introspeksi terhadap diri sendiri, apakah sudah melakukan hal-hal yang baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara.

Jika kita perhatikan tujuan filosofis Hari Raya Nyepi, makna dan pelaksanaan Hari Raya Nyepi mengandung arti dan makna yang sangat relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. 

Pada prinsipnya, saat Nyepi, panca indra kita diredakan dengan kekuatan manah dan budhi. Meredakan nafsu indra itu dapat menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis sehingga kualitas hidup kita semakin meningkat.

Untuk mengubah kualitas hidup manusia menjadi lebih baik tidak hanya diajarkan oleh agama Hindu, namun semua agama mengajarkan juga hal  serupa dan tentu dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.

Setiap manusia juga perlu melakukan introspeksi diri dengan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan diharapkan dapat merencanakan yang lebih baik di masa yang akan datang, serta tidak lupa bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Tuhan YME.

Hal itu tentu menjadi momentum untuk setiap manusia memperbaiki diri sendiri dengan mengendalikan hawa nafsunya dan berbuat baik dengan hal-hal yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan melakukan introspeksi diri, tentu masih belum menjadikan manusia tersebut sempurna karena masih ada kekurangan yang dimiliki oleh setiap orang. Namun, setidaknya dengan introspeksi diri dapat meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia dan meningkatkan kualitas hubungan manusia dengan Tuhannya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar