Peluru Tembus Kaca Pabrik Konveksi di Surabaya

id peluru nyasar di surabaya, proyektil tembus kaca pabrik konveksi,konveksi jalan setro baru surabaya, penyelidikan, tim inafis polrestabes surabaya,polsek tambaksari surabaya

Peluru Tembus Kaca Pabrik Konveksi di Surabaya

Petugas di lokasi tempat kejadian perkara Pabrik Konveksi di Jalan Setro Baru Surabaya, Jumat (2/3). (IST/ Antara Jatim)

Kami masih selidiki dari mana proyektil ini berasal
Surabaya (Antaranews Jatim) - Sebuah proyektil atau peluru yang diduga ditembakkan dari senjata api menembus kaca jendela pabrik konveksi di Jalan Setro Baru Surabaya, Jawa Timur, yang sempat membuat panik para karyawan setempat, Jumat.

Kepala Kepolisian Sektor Tambaksari Surabaya Komisaris Polisi Prayitno kepada wartawan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Kami masih selidiki dari mana proyektil ini berasal," katanya.

Informasi yang dihimpun polisi dari para saksi di sekitar tempat kejadian perkara, setelah memecah kaca jendela, proyektil ini sempat memantul ke lantai, sebelum kemudian bersarang di sebuah mesin konveksi.

"Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi. Saat itu ada sekitar 15 karyawan konveksi yang bekerja," ujar Prayitno.

Para karyawan kemudian melaporkan kejadian ini ke manager pabrik konveksi yang kemudian dilanjutkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tambaksari Surabaya.

"Kami segera terjunkan personel untuk mendatangi lokasi setelah menerima laporan," ucap Prayitno.

Dia menambahkan, untuk mengidentifikasi proyektil, pihaknya langsung menghubungi Tim "Indonesia Automatic Fingerprint Identification" (Inafis) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

"Tim Inafis Polrestabes Surabaya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Proyektil yang bersarang di mesin konveksi sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Hingga sore ini, polisi masih melakukan penyelidikan dari mana proyektil itu ditembakkan dan berasal dari jenis senjata apa, serta siapa yang menembakkan.

"Sementara Tim Inafis Polrestabes Surabaya masih berupaya mengidentifakis jenis proyektil. Selain itu kami juga terus mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi untuk mengungkap dari mana asalnya," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar