Ini festival bisa kolaborasikan. Ada dimensi ekonomi, dimensi budaya, religi, sehingga agenda tahunan ini jadi kualitas kehidupan kota ini, apakah pertumbuhan, apakah pengangguran bisa turun, apakah kemiskinan juga cepat turun. Jadi, kalau seperti ini kota ini bisa pengaruhi hinterlandnya, ada di Tulungagung, Trenggalek, Blitar, inilah kota yang menjadi kota masa depan
Kediri (Antaranews Jatim) - Pejabat Sementara Wali Kota Kediri Jumadi mengusulkan agar di Kota Kediri, Jawa Timur, dibuat festival Brantas, dengan harapan Kediri bisa lebih dikenal dan ke depan roda perekonomian di kota ini bisa lebih bergerak.

"Ini festival bisa kolaborasikan. Ada dimensi ekonomi, dimensi budaya, religi, sehingga agenda tahunan ini jadi kualitas kehidupan kota ini, apakah pertumbuhan, apakah pengangguran bisa turun, apakah kemiskinan juga cepat turun. Jadi, kalau seperti ini kota ini bisa pengaruhi hinterlandnya, ada di Tulungagung, Trenggalek, Blitar, inilah kota yang menjadi kota masa depan," katanya di Kediri, Rabu.

Ia juga sudah membicarakan terkait dengan ide festival Brantas ini, termasuk dengan wali Kota sebelumnya (Abdullah Abu Bakar). Dirinya sudah konsultasi dan diperbolehkan untuk komunikasi membahas berbagai rencana program dengan kepala derah yang sedang cuti.

Ia juga optimistis, perekonomian Kediri ke depan akan lebih baik. Terlebih lagi, ada informasi jika akan dibangun bandara di Kabupaten Kediri. Jika sudah beroperasi, secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Kediri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan ide tersebut cukup menarik. Namun, di Kediri sebelumnya juga sudah pernah digelar beragam festival dan animo masyarakat baik.

Ia juga belum mengetahui dengan lebih detail terkait dengan festival brantas, sehingga belum bisa memberikan masukan yang lebih banyak lagi, termasuk desain kegiatan itu.

"Di Kediri ada banyak festival, misalnya topeng panji. Dulu pernah juga kesenian jaranan hingga tiga malam di bantaran Sungai Brantas," kata dia.

Nur mengatakan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri juga sudah mempunyai beragam jadwal untuk kegiatan kebudayaan dengan lokasi yang menyebar, misalnya di area Goa Selomangleng.

Di agenda terdekat, untuk kebudayaan dan pariwisata mengirim perwakilannya, Panji Galuh dalam pemilihan duta wisata Jatim, Raka dan Raki. Ia ingin duta wisata dari Kota Kediri mengenalkan konsep "Kediri the service city" dalam konteks pariwisata dan kebudayaan daerah.

"Duta wisata Panji dan Galuh Kota Kediri nanti akan mengenalkan `Kediri the service city` dalam konteks jasa usaha wisata, ada hotel, kuliner, kerajinan tangan," katanya.

Nur mengatakan, di Kota Kediri, untuk objek wisata sangat terbatas. Selama ini, yang menjadi andalan adalah objek wisata sejarah Goa Selomangleng, Kediri. Selain itu, belum ada objek wisata unggulan lainnya. Namun, karena terbatasnya jumlah objek wisata, dalam kegiatan Raka Raki Jatim, memberikan bekal untuk mengenalkan konsep "Kediri the service city" dalam konteks pariwisata dan kebudayaan daerah.  (*)

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026