Kediri (Antaranews Jatim) - Bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang terjadi akibat curah hujan tinggi segera didistribusikan oleh pemerintah kabupaten setempat.
"Kami segera mendistribusikan untuk memberikan paket bahan pokok. Namun, untuk jumlah pasti warga penerima masih dikalkulasi," Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunukasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, saat ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, juga sudah ke lokasi kejadian banjir tersebut. Tim ingin mendata langsung dampak bencana tersebut termasuk melihat langsung adanya rumah yang rusak.
Dari laporan yang masuk, banjir yang terjadi pada Rabu (25/1) malam bukan hanya di Kecamatan Mojo tapi juga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Lokasi dua daerah itu berdekatan dan air yang mengalir dari Gunung Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut/ mdpl) juga lewat di daerah tersebut.
Banjir di Kecamatan Mojo salah satunya terjadi di Desa Petok. Air meluber hingga ke perkampungan warga merendam jalan, hingga sawah. Bahkan air juga masuk ke dalam rumah warga, mengakibatkan mereka harus mengamankan sejumlah barang elektronik ke tempat yang lebih aman.
Di Desa Petok, ketinggian air hingga lutut orang dewasa. Ada ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di daerah tersebut. Mereka terdampak banjir.
Air juga sempat meluber di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen. Saat ini, air sudah mulai surut, sehingga aktivitas warga kini mulai normal. Sebelumnya, aktivitas sempat lumpuh sementara waktu, sebab air merendam jalan hingga masuk ke dalam rumah warga.
Dalam musibah banjir tersebut, ada dua rumah yang mengalami kerusakan yaitu rumah milik Toijah, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen dan rumah Sujono, warga Desa Petok, Kecamatan Mojo. Kondisi rumah Toijah juga rusak parah, sementara untuk Sujono, dinding dapur rumahnya ambrol.
"Kalau rumah Toijah, dari laporan yang masuk awalnya sudah tidak layak huni. Kalau rumah Sujono dinding dapurnya yang ambrol. Saat kejadian, mereka di dalam rumah, tapi tidak ada yang luka," tuturnya.(*)
