Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memutuskan untuk menggelar doa bersama serta selawatan saat malam tahun baru 2026, ketimbang perayaan meriah dengan pesta kembang api, sebagai bentuk empati atas kejadian bencana di Sumatera dan sekitarnya.
"Untuk Tahun Baru 2025, mohon dipahami seluruh masyarakat Kabupaten Kediri, pemkab tahun ini tidak menyelenggarakan kembang api di SLG (simpang lima gumul)," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kediri, Selasa.
Ia mengatakan, keputusan ini merupakan bentuk empati kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemkab memilih untuk doa bersama dan istigasah, mendoakan agar ke depan Indonesia lebih baik.
Kendati pemerintah kabupaten sudah mempersiapkan untuk kegiatan perayaan Tahun Baru 2026, termasuk pembelian kembang api, pemerintah urung melakukannya.
"Kembang api sudah kami beli, tapi tidak kami lakukan. Ini bentuk empati saudara kita yang ada di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jadi, kami adakan doa bersama dan istigasah. Kami masih komunikasi dengan habib untuk selawatan," kata dia.
Sementara itu, untuk perayaan Natal 2025, Bupati berharap umat Kristiani dapat menjalankan peribadatan dengan lancar dan merasakan aman.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji untuk melakukan patroli di GKJW Segaran, Kabupaten Kediri. Gereja di Kecamatan Wates tersebut menjadi salah satu gereja Kristen tertua di Kabupaten Kediri.
"Mayoritas penduduk di Desa Segaran ini merupakan umat Kristiani, maka kita berkunjung di sini memastikan (keamanannya) dan insya Alloh tidak ada kendala apapun," kata dia.
Banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra pada 27 November 2025. Bencana itu melanda tiga wilayah yakni, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 1.106 jiwa per, Senin (22/12). Selain itu, terdapat 175 lainnya masih dalam pencarian.
BNPB juga mendata untuk jumlah mengungsi ini total per hari ini 520.570 jiwa.
Pewarta: Asmaul ChusnaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026