BNI Aktif Dampingi Desa Melalui Program BUMDes

id BNI,BNI 46,Program BUMDes,Agen 46,BNI Wilayah Malang,Kabupaten Madiun,Unit Usaha BUMDes,inklusi keuangan,jatim

BNI Aktif Dampingi Desa Melalui Program BUMDes

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (baju putih) bersama perwakilan Kementerian Desa, dan jajaran pejabat BNI sedang meninjau unit usaha BUMDes di Desa Klecorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (18/1). (Foto : BNI)

"Khusus di Kabupaten Madiun, sudah ada 63 desa yang berkomitmen didampingi oleh BNI,"
Madiun (Antaranews Jatim) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI aktif mendukung program pemerintah melalui program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna mewujudkan kemandirian perekonomian di desa dan daerah pinggiran sebagaimana yang tertuang dalam Nawacita.

Pgs CEO BNI Wilayah Malang Akbad Bachtiardi mengatakan, sampai dengan Desember 2017, BNI telah mendampingi 3.925 desa di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 350 desa terdapat di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi hingga Pacitan.

"Khusus di Kabupaten Madiun, sudah ada 63 desa yang berkomitmen didampingi oleh BNI," ujar Akbad Bachtiardi saat kegiatan peninjauan aplikasi dana desa di Desa Klecorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jatim, Kamis.

Menurut dia, BUMDes merupakan kegiatan kerja sama antara BNI, OJK, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Melalui BUMDes, BNI menerapkan program laku pandai.

Terdapat lima hal penting dukungan BNI dalam mewujudkan kemandirian perekonomian di desa terhadap BUMDes. Yakni fungsi pendampingan, fungsi bisnis literasi keuangan, fungsi pengembangan bisnis rintisan, fungsi pelatihan, dan fungsi konsultasi.

Salah satu bentuk wujud nyata yang telah dilakukan BNI di Kabupaten Madiun di antaranya dengan melakukan pelatihan pengelolaan sampah di Unit Usaha BUMDes Sugihwaras, Desa Sugihwaras yang terintegrasi dengan Agen 46 BNI yang dihadiri oleh kelompok masyarakat pengelola Sampah.

Selain itu, juga BNI memberikan bantuan renovasi rumah desmigratif TKI di daerah-daerah yang berbasis TKI, seperti di Desa Kebonsari dan Desa Segulung Kabupaten Madiun untuk bisa dijadikan sebagai Unit Usaha BUMDes.

"Agar program ini berkesinambungan, maka kami harapkan rumah desmigratif TKI juga bisa dijadikan sebagai salah satu unit usaha BUMDes sekaligus sebagai program inovasi desa berbasis potensi desa yang terintegrasi dengan Agen 46 BNI," kata Akbad.

BUMDes yang terintegrasi sebagai jaringan BNI atau agen 46 dapat digunakan untuk penyaluran berbagai bantuan pemerintah. Seperti, Bansos PKH, Agen Pupuk Tani, Agen LPG, dan rumah desmigratif TKI. BUMDes juga dapat melayani masyaraat umum untuk bertransaksi perbankan seperti buka rekening, kiriman uang dari luar negeri, hingga layanan listrik, telepon, pulsa, tiket pesawat, isi ulang `e-Tol` dan lainnya.

Dengan demikian, kerja sama BNI dan BUMDes menjadi metode dan solusi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah yang memiliki akses terbatas ke lembaga keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Saat ini jumlah agen 46 di wilayah Malang mencapai 8.333 unit dan di Madiun terdapat 954 agen 46 yang tersebar di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Magetan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis rumah desmigratif TKI oleh Bupati Madiun, Perwakilan Menteri Keuangan, CEO BNI Wilayah Malang, dan jajaran. Adapun, pada tahun 2017 BNI menyediakan 120 rumah desmigratif TKI di seluruh Indonesia dan di Jawa Timur terdapat di 32 desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Pgs CEO BNI Wilayah Malang Akbad Bachtiardi dan jajaran BNI setempat, perwakilan Kementerian Desa, Bupati Madiun Muhtarom, serta jajaran pejabat Pemkab Madiun. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar