Surabaya (Antara Jatim) - Penjualan buku pelajaran di Kota Surabaya hingga sepekan sebelum masuknya siswa SD, SMP dan SMA masih sepi.
Salah satu pedangang buku di kawasan Kampung Ilmu Surabaya, Glenn Manuel (30) di Surabaya, Kamis mengungkapkan, penjualan buku pelajaran hingga saat ini masih relatif sepi dikarenakan para siswa sekolah baru masuk tanggal 17 Juli 2017.
"Biasanya dua hari sebelum masuk sekolah baru ramai, yaitu tanggal 15 atau 14. Kalau liburan gini masih sepi," ucapnya.
Para pembeli biasanya mencari buku SD terlebih dahulu, kemudian buku SMP dan SMA. Masing-masing hanya berselang seminggu.
Glenn mengatakan, dirinya telah menambah stok buku pelajaran baik SD, SMP dan SMA menjelang masuknya para siswa sekolah.
"Saat ini saya sudah menambah stok buku pelajaran sekolah hingga ratusan buku. Itu sebagai antisipasi saja karena biasanya pasti banyak pembeli yang nyari buku sekolah untuk anaknya," kata Glenn.
Glenn menjelaskan, saat akan pergantian tahun ajaran baru, biasanya para penerbit sudah menghubungi dirinya untuk menawarkan buku terbitan terbaru. Selain itu, pihaknya juga menambah lebih stok buku untuk dijual.
Glenn mengemukakan, buku-buku yang paling banyak dicari adalah buku Tematik SD. Sedangkan untuk SMP dan SMA itu buku pemerintah dan penerbitnya juga macam-macam.
"Saya kebanyakan menyiapkan banyak stok buku untuk SD. Sedangkan SMP dan SMA tidak seberapa karena kebanyakan mencari buku SD," ujarnya.
Untuk keuntungan yang didapat, Glenn mengungkapkan, dirinya bisa meraup untung bersih mencapai Rp2 juta per harinya, sedangkan untuk untung kotornya antara Rp4 sampai Rp5 juta.
"Kalau mau tahun ajaran baru memang bisa untung berkali-kali lipat dibading hari biasa. Kalau biasa bisa mendapatkan Rp500 ribu, pada tahun ajaran baru bisa mendapatkan Rp4 juta sampai Rp 5 juta," kata Glenn.
Herman (46) pedagang buku di Pasar Blauran Surabaya mengungkapkan, penjualan buku memang masih didominasi oleh buku-buku SD. "Memang permintaan paling banyak itu datang dari siswa-siswa SD. Makanya kebanyakan pedagang memberi stok banyak pada buku-buku SD," kata Herman.
Herman memperdiksi penjualan buku pelajaran tahun ini cenderung stabil seperti tahun lalu. "Penjualan sepertinya tidak berbeda seperti tahun lalu, tapi memang penjualan buku meningkat drastis kalau tahun ajaran baru seperti ini," tuturnya.(*)
