Madiun (Antara Jatim) - Bupati Madiun Muhtarom menjamin stok pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Madiun pada masa tanam musim kemarau (MK II) aman sehingga petani tak perlu resah.
"Kondisi persediaan pupuk masih aman yaitu mencapai 13.575 ton. Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan MK II," ujar Bupati Madiun Muhtarom kepada wartawan di Madiun, Sabtu.
Menurut dia, jika di lapangan terjadi kelangkaan pupuk, maka dipastikan ada yang salah dalam pengelolaan dan sistem distribusi.
Untuk menghindari hal tersebut Bupati Madiun mengingatkan agar distributor tidak main-main dengan distribusi pupuk bersubsidi yang menjadi jatah petani.
"Jika ada distributor dan pemilik kios yang nakal dalam distribusi pupuk, maka akan berurusan dengan aparat penegak hukum," kata dia.
Bupati menambahkan, meski pada musim kemarau tahun ini sesekali masih terdapat hujan, para petani diminta waspada jika menanam padi. Terlebih di daerah yang rawan kekeringan dan tidak terakses pengairan.
Ia mengimbau para petani yang lahan pertaniannya sulit air tidak memaksakan diri menanam padi dan disarankan menanam palawija.
"Hal itu untuk menghindari kerugian akibat gagal panen karena kurangnya pasokan air. Diperkirakan memasuki MK II, ketersediaan air akan sulit, terlebih bagi petani yang lahannya tidak terdapat sumur pompa dalam," kata dia.
Selain mencermati soal pupuk dan keterseiaan air, Muhtarom juga meminta para petaninya waspada dengan serangan hama saat MK II.
Sesuai catatan Dinas Pertanian, Tamana pangan, dan Hortikultural Kabupaten Madiun, saat MK II, organisme penganggu tanaman yang sering menyerang tanaman padi adalah wereng batang coklat, busuk leher, kresek, penggerek batang, beluk, dan tikus.
"Apabila ada gejala tanaman padi mendapat serangan hama tersebut di atas, hendaknya petani segera lapor ke kelompoknya yang akan diteruskan ke petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk diadakan pemberantasan. Dan pemerintah akan membantu obat-obatan pembasmi hama," tambahnya.
Sementara, data Dinas Pertanian Kabupaten Madiun mencatat, target luas tanam keseluruhan selama tahun 2016 di wilayah setempat mencapai 82.812 hektare. Dari luasan tersebut, produki beras di wilayah Kabupaten Madiun pada tahun 2016 ditargetkan mencapai 513.000 ton. (*)
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026