Jember (Antara Jatim) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Karangkates Malang mengusulkan alat pendeteksi dini (early warning system) tsunami berupa sirine di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Kami akan usulkan ke BMKG pusat terkait dengan permintaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember atas sirine itu, namun kami belum bisa memastikan apakah bisa terealisasi atau tidak," kata Kepala Geofisika BMKG Karangkates, Musripan, di sela-sela "workshop" tentang gempa bumi dan tsunami di Kantor BPBD Jember, Kamis.
BMKG Karangkates Malang menggelar "workshop" tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami dengan melibatkan peserta di antaranya dari BPBD Jember, BPBD Lumajang, Polri, BMKG Banyuwangi, TNI, Basarnas, jurnalis, dan nelayan di Kecamatan Puger pada 24-25 Februari 2016.
Menurutnya, Kabupaten Jember sudah memiliki EWS berupa sirine yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun sejauh ini pihak BMKG tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki, apabila terjadi kerusakan.
"Alat itu bukan dari BMKG Karangkates, sehingga kalau terjadi kerusakan dan tidak berfungsi, seharusnya pihak BPBD Jember yang memperbaikinya," katanya.
Menurutnya, Kabupaten Jember merupakan salah satu dari delapan kabupaten di Jawa Timur yang rawan gempa bumi disertai tsunami dan masuk zona I (tinggi).
"Selain Jember, kabupaten yang rawan tsunami yakni Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi," ujarnya.
Sementara salah seorang nelayan dari Kecamatan Puger, Imam Fauzi, mengeluhkan alat EWS tsunami yang sudah tidak berfungsi dengan baik di Kecamatan Puger, sehingga perlu ada EWS sirine yang baru.
"Kalau alat itu tidak berfungsi maka sangat membahayakan bagi masyarakat di pesisir pantai selatan Jember seperti warga di Kecamatan Puger, apabila terjadi tsunami sewaktu-waktu karena masyarakat tidak mendapatkan peringatan dini," tuturnya.
BPBD Jember memiliki tujuh unit EWS tsunami berupa sirine yang merupakan bantuan dari BNPB yang disebar di enam kecamatan rawan tsunami di Kabupaten Jember.
"EWS itu berada di Kecamatan Kencong, Puger, Gumukmas, Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo, namun khusus Puger memiliki dua EWS sirine, sedangkan lainnya satu unit sirine," kata pejabat BPBD Jember, Pairi.
Ia membantah ketujuh EWS itu tidak berfungsi karena tahun lalu digunakan untuk simulasi deteksi dini tsunami di Kecamatan Puger, namun pihaknya terkendala dengan biaya pemeliharaan dan perawatan tujuh unit EWS tersebut.(*)
