Surabaya (Antara Jatim) - Pendapatan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) selama liburan Tahun Baru 2016 yakni 1-3 Januari 2016 berhasil meraup pendapatan sebesar Rp1,5 miliar.
"Awal tahun ini merupakan hari yang baik bagi kami. Ini benar-benar spektakuler," kata Plt Direktur Utama (Dirut) PDTS KBS, Aschta Bustani Tajudin kepada wartawan di Surabaya, Minggu.
Menurut dia, capaian itu naik dibanding tahun lalu periode yang sama dengan pendapatan sebesar Rp1 miliar. Dari total pendapatan itu, sekitar 85 persen pendapatan tersebut berasal dari penjualan tiket masuk, sedangkan sisanya berasal dari penjualan tiket wahana di kebun binatang tersebut.
Pada 1 Januari, lanjut dia, pengunjung kebun binatang yang berada di Jalan Setail itu sebanyak 47.000 orang. Jika tiket masuk KBS sebesar Rp15.000 per orang dan dikalikan 47.000 orang, maka total pendapatan pada 1 Januari sebesar Rp705 juta.
Pada hari kedua, jumlah pengunjung sebanyak 30.000 orang dengan kisaran pendapatan Rp450 juta. Sedangkan pada hari ketiga, jumlah pengunjung tercatat 25.946 orang dengan kisaran pendapatan Rp389 juta.
Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, Aschta mengaku sudah membatasi membuka loket tiket hingga pukul 12.00 WIB. Paling akhir loket dibuka sampai pukul 15.00 WIB.
Hal ini dikarenakan antrean pengunjung mencapai 3.150 orang. Mantan aktivis The Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation memprediksi pada momen liburan awal tahun ini pengunjung bisa mencapai 55.000 orang.
"Tingginya jumlah pengunjung ini karena harga tiket masih terjangkau. Disamping itu, KBS menjadi salah satu ojek wisata favorit warga Surabaya. Masyarakat juga menilai KBS tahun ini mulai ada pembenahan dari sisi kebersihan," katanya.
Dalam musim liburan kali ini, lanjut dia, direksi memasang tema "lestarikan satwa dan budaya tradisional". Berbagai macam pertunjukan bernuansa budaya disuguhkan bagi pengunjung, di antaranya, Reog Ponorogo, Kesenian Jaranan, dan masih banyak lagi. Acara ini berlangsung mulai tanggal 24 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016.
Staf Humas PDTS KBS, Veronika mengatakan pada 24 Desember, jumlah pengunjung sebanyak 15.430 orang, 25 Desember 14.338 orang, 26 Desember 16.390 orang, 27 Desember 22.416 orang, 28 Desember 8.134 orang, 29 Desember 9.542 orang, 30 Desember 9.722 orang dan pada 1 Januari 47.141 orang.
PDTS KBS sendiri, kata Aschta, terus melakukan pembangunan serta penataan kandang satwa, baik kandang tinggal maupun kandang pertunjukkan. Penataan dan pembenahan ini memungkinkan satwa dapat bergerak bebas serta melakukan aktivitas semirip mungkin dengan kondisi habitat aslinya.
Kebun binatang pada dasarnya tempat edukasi bagi masyarakat sehingga memperoleh informasi serta pengetahuan mengenai satwa tersebut hidup dan berperilaku sebagaimana mestinya.
Jika kebun binatang dirancang eperti habitat asli, maka sangat memungkinkan satwa menunjukkan atraksi alaminya. Keputusan untuk menghentikan segala bentuk pertunjukan satwa maupun tunggang satwa, merupakan kebijakan direksi.
"Kami menghendaki kebun binatang kembali pada fungsi yang sebenarnya. Yakni sebagai tempat edukasi," terang Aschta. (*)
Pendapatan KBS Selama Liburan Tahun Baru Capai Rp1,5 Miliar
Minggu, 3 Januari 2016 16:59 WIB
Plt Dirut PDTS KBS Ascheta Bustani Tajudin (Abdul Hakim)
Awal tahun ini merupakan hari yang baik bagi kami. Ini benar-benar spektakuler
