Madiun (ANTARA) - Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun mencatat telah menangani sebanyak 654 kecelakaan selama tahun 2025 dengan kerugian material mencapai Rp852,25 juta.
"Sesuai data, kasus kecelakaan lalu lintas selama tahun 2025 tersebut meningkat tipis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Kemas Indra Natanegara di Madiun, Rabu.
Data Satlantas Polres Madiun menyebutkan tahun 2025 di Kabupaten Madiun ada 654 kejadian, meningkat dari tahun 2024 yang ada 651 kejadian.
"Sedangkan jumlah tilang di tahun 2025 mengalami penurunan yakni 7.509 kasus, sementara di tahun 2024 ada 8.060 kasus," kata Kemas.
Dari data tersebut diketahui kejadian kecelakaan meningkat sebesar 0,1 persen dengan 106 orang meninggal dan 866 orang mengalami luka, baik luka berat maupun ringan.
Selain itu, penindakan kasus knalpot tidak standar atau "brong" juga tercatat turun. Dari sebanyak 308 kasus di tahun 2024, menurun di tahun 2024 dengan 289 kasus knalpot brong.
Penurunan tersebut seiring dengan gencarnya sosialisasi dan razia yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Madiun untuk memberikan edukasi penggunaan knalpot motor yang sesuai standar dan aturan.
Satlantas Polres Madiun berupaya agar di tahun mendatang kasus kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukumnya dapat ditekan.
Di antaranya dengan menggelar patroli, sosialisasi pencegahan kebut-kebutan dan peningkatan kesadaran tertib lalu lintas, serta melibatkan masyarakat dengan pelaksanaan operasi patuh, operasi zebra, dan operasi keselamatan lalu lintas.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026