Sumenep (Antara Jatim) - Pengelola Asta Tinggi Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan dua pemandu wisata untuk melayani sekaligus memberikan informasi kepada wisatawan yang mengunjungi kompleks pemakaman raja maupun kerabat raja tersebut.
"Secara keseluruhan terdapat 98 penjaga Asta Tinggi. Namun, hanya dua orang yang mengikuti bimbingan teknis dan selanjutnya mendapat sertifikat sebagai pemandu wisata," ujar Ketua Yayasan Penjaga Asta Tinggi Sumenep, RB Roeska Pandji Adinda di Sumenep, Senin.
Sejak dulu, Asta Tinggi yang berada di dataran tinggi/bukit di Desa Kebon Agung, Kecamatan Kota, itu, merupakan salah satu lokasi wisata religi yang dikunjungi banyak wisatawan, utamanya wisatawan Nusantara.
Bahkan, sesuai data di Disbudparpora Sumenep, Asta Tinggi merupakan lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan dibanding lokasi wisata lainnya.
Sesuai data di Disbudparpora Sumenep, jumlah wisatawan ke Asta Tinggi per akhir September 2015 sebanyak 141.714 orang.
"Asta Tinggi memang dikelola oleh kami. Namun, selama ini, kami senantiasa bersinergi dengan pihak terkait di Pemkab Sumenep, karena Asta Tinggi memang telah menjadi salah satu daya tarik wisata sejak dulu," kata Didik, sapaan RB Roeska Pandji Adinda.
Ia menjelaskan, secara formal, pihaknya tidak menarik retribusi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Asta Tinggi.
"Namun, para pengunjung biasanya memberikan sumbangan seikhlasnya. Kami menyediakan kotak bagi para pengunjung yang ingin memberikan sumbangan seikhlasnya dan hasil sumbangan digunakan untuk biaya pemeliharaan Asta Tinggi," ujarnya.
Kepala Disbudparpora Sumenep, Sufiyanto menjelaskan, Asta Tinggi memang dikelola oleh pihak ketiga yang merupakan keturunan dari kerabat raja.
"Secara kelembagaan, kami senantiasa bersinergi dengan pengelola Asta Tinggi supaya mereka memberikan pelayanan maksimal kepada para wisatawan," katanya.
Asta Tinggi yang dibangun pada 1750 itu terdiri atas tujuh kawasan dan memang direncanakan sebagai kompleks pemakaman bagi para raja dan keturunan raja. (*)
