Sidoarjo, (Antara Jatim) - Perajin sandal yang ada di wilayah Wedoro Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengeluhkan adanya kenaikan gas yang digunakan untuk membuat sandal di wilayah setempat.
Salah seorang perajin sandal, Zainuri, Kamis, mengatakan selain gas, pihaknya juga mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan pasokan bahan baku dengan harga yang murah.
"Selain gas, kami juga kesulitas untuk mendapatkan bahan baku pembuatan sandal dengan harga yang murah," ucapnya di Wedoro, Sidoarjo.
Ia mengemukakan, saat ini pihaknya tidak bisa bekerja dengan maksimal, mengingat adanya beberapa kendala tersebut.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi perajin dengan skala rumahan seperti ini," ujarnya, berharap.
Ia menyebutkan, ada beberapa kendala lain yang dihadapi para perajin ini, seperti mahalnya upah kerja yang harus menyesuaikan dengan upah minimum regional (UMR) yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Akibatnya kami harus mengerjakan usaha ini dengan kekuatan seadanya, dan banyak yang dikerjakan oleh tenaga rumah tangga," imbuhnya.
Dirinya mengusulkan, sudah seharusnya di tempat tersebut didirikan koperasi untuk menampung hasil produksi perajin sandal di Wedoro.
"Baru kemudian dari koperasi tersebut mengirimkan hasil produski para perajin secara bersama-sama atau bahkan sampai dengan ekspor," tuturnya.
Ia mengatakan, selama ini yang dilakukan oleh para perajin adalah bekerja dan berusaha sendiri-sendiri sehingga sulit berkembang.
"Peran serta pemerintah memang sangat dibutuhkan untuk membantu peningkatan para perajin yang ada di Kabupaten Sidoarjo khususnya," katanya.(*)
