Ankara (Antara/Xinhua-OANA) - Turki mengeluarkan larangan perjalanan untuk 12.500 petempur asing dan mendeportasi 1.200 orang yang bermaksud bergabung dengan Negara Islam (IS) di Suriah, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat (9/4). Sebagian besar petempur asing itu diputuskan oleh informasi intelijen Turki sendiri, bukan oleh negara asal mereka, kata kementerian tersebut dalam satu upacara program pelatihan buat diplomat asing. Pada Januari, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala menyatakan Ankara telah menetapkan larangan atas 7.833 orang yang dicurigai dan mendeportasi 1.056 petempur asing. Turki telah meningkatkan langkah keamanan guna mencegah petempur asing menyeberang ke dalam wilayah Suriah melalui wilayah Turki di tengah kecaman negara Barat bahwa Ankara tak berbuat sekuat mungkin untuk mencegah petempur asing bergabung dengan IS di Suriah. Ankara seringkali menyeru negara Eropa agar berbagi lebih banyak informasi mengenai orang yang dicurigai sebagai petempur asing dan meminta negara Eropa mencegah mereka melakukan perjalanan ke Turki. Turki tak bisa memikul sendirian saja tanggung-jawab mencegah arus petempur asing ke dalam Suriah, kata menteri luar negeri Turki itu sebelumnya. (*)
Berita Terkait
Jet Tempur Turki Hancurkan 17 Target ISIS di Suriah
21 November 2016 07:28
Polda Jatim: Turki Deportasi Tiga WNI
14 Januari 2016 17:31
Polri: 12 WNI Ditahan di Turki Segera Dipulangkan
25 Maret 2015 23:14
Kemlu: Ada 16 WNI DItahan Otoritas Turki
12 Maret 2015 14:45
Pemkot Surabaya Cek Warga Hilang Bergabung ISIS di Turki
8 Maret 2015 16:50
Prabowo anugerahi Rahmah El Yunusiyah Pahlawan pendidikan Islam
10 November 2025 14:34
Negara-negara Arab, Islam bersiap gelar KTT di Qatar
11 September 2025 08:10
