Oleh Yuni Arisandy Jakarta (Antara) - Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney berada dalam pengawasan dan penjagaan polisi setempat setelah mengalami insiden pelemparan balon berisi cairan merah oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. "Saat ini kantor KJRI terus berada dalam pengawasan dan penjagaan polisi," kata Konsul Jenderal RI di Sydney Yayan GH Mulyana dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Selasa. Menurut Yayan, berdasarkan hasil pemeriksaan pada CCTV kantor KJRI di Sydney, diketahui bahwa aksi pelemparan balon dilakukan pada pukul 22.27 (waktu setempat) Senin (2/3) malam, dan pelakunya diindikasikan berjenis kelamin perempuan. Aksi pelemparan balon oleh sosok yang belum teridentifikasi itu terekam di CCTV berlangsung selama lima menit. Yayan menyebutkan, pihak KJRI Sydney pertama kali melihat benda berupa balon sebanyak delapan sampai 10 buah pada pukul 05.40 (waktu setempat) Selasa (3/3). "Salah satu balon yang pecah mengeluarkan cairan berwarna merah. Bercak cairan merah itu menyerupai darah dan tercecer pada gerbang masuk kantor," ujar dia. (*)
Berita Terkait
Menteri Azwar Anas ajak KJRI Sydney tingkatkan peluang investasi RI
20 Oktober 2023 10:49
KJRI Sydney kenalkan pencak silat di sekolah Australia
25 Juni 2023 10:20
KJRI Sydney Dijaga Polisi Pascainsiden Pelemparan Balon
4 Maret 2015 06:13
Konsul KJRI Sydney Antar Pulang Warga Pasuruan
25 September 2012 15:56
WNI di Arab Saudi diminta waspada terkait keamanan di Timur Tengah
14 Januari 2020 12:28
Thailand sebut Eksekusi mati empat aktivis perburuk masalah Myanmar
27 Juli 2022 14:04
Otoritas Arab Saudi eksekusi mati dua WNI
17 Maret 2022 20:26
Jepang eksekusi tiga terpidana mati
21 Desember 2021 14:30
