Surabaya (Antara Jatim) - Takmir Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menggelar Shalat Ghaib untuk korban jatuhnya pesawat "AirAsia" QZ-8501, khususnya korban Muslim. "Kami mengajak jamaah untuk mengikuti Shalat Ghaib, setelah Shalat Jumat usai," kata Humas Masjid Al-Akbar Helmy M Noor di Surabaya, Jumat. Ditemui setelah Shalat Ghaib itu, petugas motivator dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya H Farmadi Hasyim menjelaskan pihaknya menerjunkan sembilan motivator agama di RS Bhayangkara Mapolda Jatim. "Mereka bertugas memberikan pengertian dan menyemangati keluarga korban yang umumnya cukup labil dan panik, sehingga emosinya cukup mendalam," katanya. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Surabaya itu menjelaskan tugasnya adalah memberikan pengertian dan menjelaskan kepada keluarga korban akan keberadaan musibah yang menimpa. "Sembilan petugas dibagi dalam tiga 'shift' yang setiap 'shift' bertugas selama lima jam," tutur Farmadi yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jatim itu. Mahasiswa program doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu mengemukakan para pendamping keluarga korban musibah AirAsia itu dipilih secara ketat. "Itu karena kami mendampingi orang-orang dengan rasa kehilangan keluarga yang mendalam, sehingga kami diharapkan bisa mengembalikan rasa kepercayaan diri para keluarga korban," ujarnya. Namun, dengan panduan doa dan penjelasan seputar hakikat musibah, banyak keluarga korban yang akhirnya bisa menerima kenyataan, lalu bersabar dan berdoa agar para almarhum adalah "syuhada' fillah". Sebelumnya (31/12), Yayasan, Rektorat, Dekanat, dan sivitas akademika Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar doa bersama untuk mendoakan korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501. "Doa teristimewa pada Rabu (31/12) pukul 22.00 WIB itu dikirimkan untuk calon mahasiswa, mahasiswa, mantan mahasiswa serta alumni Universitas Ciputra yang namanya ada dalam manifes penumpang pesawat itu," ucap dosen setempat Freddy H Istanto.(*)
Berita Terkait
Kerabat Korban AirAsia Lega Semua Keluarganya Ditemukan
18 Februari 2015 20:15
Satu Korban AirAsia Dikremasi di Madiun
2 Februari 2015 03:21
Universitas Petra Surabaya Kebaktian Korban AirAsia
12 Januari 2015 21:56
Media Seharusnya Menjaga Rasa dalam Musibah AirAsia
8 Januari 2015 08:43
Penumpang AirAsia Warga Surabaya Dimakamkan di Pasuruan
6 Januari 2015 16:41
Empat Jenazah Baru Dikirim ke Surabaya
4 Januari 2015 19:28
KRI Usman Harun Diberangkatkan untuk SAR AirAsia
4 Januari 2015 14:30
HIMPSI Jatim Layani Keluarga Korban AirAsia hingga Rumah
2 Januari 2015 11:08
