Oleh Fiqih Arfani/Masuki M Astro Surabaya (Antara Jatim) - Di penghujung tahun, dunia penerbangan kembali berduka setelah pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ 8501 dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura mengalami hilang kontak, Minggu (28/12) pagi. General Manager PT Angkasa Pura I Juanda Trikora Hardjo menjelaskan pesawat yang diterbangkan kapten pilot Iriyanto tersebut "take off" dari Juanda pukul 05.20 WIB dan dijadwalkan "landing" di Bandara Changi, Sigapura pukul 08.56 waktu setempat. Diperkirakan pesawat jenis Airbus A320-200 tersebut hilang di atas Kalimantan sekitar delapan menit setelah lepas landas. Pihaknya masih mencari tahu kepastian selengkapnya kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari tahu keberadaan dan kondisi terakhir pesawat tersebut. Sementara AirAsia Indonesia masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengetahui kondisi dan status penumpang dan awak pesawat. Tidak hanya itu, Angkasa Pura sudah menyiapkan posko untuk informasi yang ditempatkan di Terminal II Bandara Juanda. "Kami dengan sangat menyesal mengonfirmasi peristiwa ini dan sekarang terus berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin dalam siaran pers. Pesawat dari Surabaya menuju Singapura itu hilang kontak dengan "air traffic control" pada pukul 07.24 waktu Singapura. "Kami tidak akan berhenti memberikan informasi terkini jika sudah mendapatkan informasi lebih lanjut," katanya. Saat ini, tim SAR sudah beroperasi dan bagi para keluarga dan kerabat dapat menghubungi nomor "Emergency Call Centre" AirAsia di +622129270811, serta informasi terkini di website resmi Air Asia, www.airasia.com. General Manager Angkasa Pura Juanda Trikora Harjo meminta keluarga penumpang pesawat AirAsia lebih bersabar menyusul hilangnya kontak pesawat tersebut beberapa saat setelah tinggal landas. Saat ini, petugas sedang melakukan pendataan kepada keluarga korban pesawat yang hilang kontak tersebut. "Kami meminta kepada keluarga korban pesawat tersebut untuk lebih bersabar sambil menunggu informasi lanjutan terkait dengan hilangnya kontak pesawat ini," katanya. Ia mengemukakan petugas saat ini juga sedang melakukan pendataan manifestasi penumpang dengan keluarga penumpang pesawat AirAsia yang hilang kontak. "Jika ada keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi seputar hilangnya kontak pesawat ini silakan datang di Crisis Centre Air Asia di Terminal Dua Bandara Juanda," katanya. Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan siap untuk membantu terkait dengan hilangnya kontak pesawat AirAsia ini. "Kami siap untuk menyiagakan anggota terkait dengan hilangnya kontak pesawat ini dan harapan kami masalah ini bisa segera terselesaikan dan tertangani dengan cepat," katanya. Tidak ada Firasat Sementara keluarga penumpang mengaku tidak memiliki firasat aneh terkait hilangnya kontak pesawat Air Asia di sekitar wilayah Tanjung Pandan dan Belitung. Suwanti, salah satu keluarga penumpang, Minggu, mengatakan saat ini dirinya hanya bisa berharap supaya pesawat yang hilang kontak tersebut bisa ditemukan. "Kami berharap supaya pesawat tersebut bisa segera ditemukan kembali dan seluruh penumpangnya selamat," katanya berharap. Dirinya sendiri mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini dan lebih bayak berdoa supaya permasalahan ini bisa segera diselesaikan dan pesawat tersebut bisa segera ditemukan dengan selamat. "Kami ini dari Ujung Pandang mau main ke Surabaya dan malah mendapatkan kabar seperti ini. Semoga bisa segera ketemu dengan selamat," katanya. Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengatakan akan membantu sepenuhnya kepada keluarga penumpang yang berada di posko Crisis Centre AirAsia di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda. "Kami akan membantu sepenuhnya kepada keluarga korban yang menunggu di posko ini dengan memberikan makanan sambil menunggu informasi dari petugas," katanya. Ia berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan cepat serta tidak berlarut-larut sehingga membuat keluarga penumpang menjadi khawatir. "Kami memercayakan kepada petugas supaya masalah pesawat AirAsia yang hilang kontak ini bisa segera ditemukan dan penumpangnya bisa selamat," katanya. Maskapai AirAsia Indonesia memastikan tujuh warga negara asing (WNA) terdapat di dalam pesawat nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura. "Total ada tujuh WNA. Tapi untuk nama-nama kepastiannya masih kami lakukan pendataan dan menunggu informasi lebih lanjut," ujar pejabat Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin dalam siaran pers yang diterima Antara di Surabaya. Dari tujuh nama tersebut, tiga penumpang di antaranya berasal dari Korea Selatan, satu penumpang asal Singapura, satu penumpang asal Inggris, satu penumpang asal Malaysia dan seorang 'first officer' asal Perancis. "Sedangkan, 155 orang lainnya, termasuk awak pesawat merupakan warga negara Indonesia," katanya. Pihaknya juga menjelaskan, kapten pilot Iriyanto telah memiliki total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia. Sementara, "first officer" telah memiliki 2.247 jam terbang. "Di dalam pesawat terdapat 155 penumpang, di mana sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan seorang bayi. Kemudian, terdapat dua orang pilot, empat orang awak kabin dan seorang teknisi," katanya. Pihaknya juga menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang dan telah melakukan perawatan berjadwal terakhir pada 16 November 2014. Berikut nama-nama penumpang sesuai data Manifest Pesawat Air Asia QZ 8501 yang ditempel di Posko Crisis Centre Air Asia di Bandara Juanda:. 1. Viona Florensia Abraham. 2. Siau Alain Octavianus 3. Sri Ratri Andriani 4. Sri Vincencia Andrijany 5. Sharon Michelle Ang 6. Steven Michael Ng 7. Ong Anelina 8. Lindawati Anggara 9. Monica Anggraini 10. Linda Anggreni 11. Santiago Jasmine Rose Ann 12. Jayden Cruz Ardhi 13. Reggy Ardhi 14. Yuni Astutik 15. Thirza Aurelia 16. Djarot Biantoro 17. Kevin Biantoro 18. Gani Chandra 19. Chi Man Choi 20. Zoe Man Suen Choi 21. Marianne Claudia Ardhi 22. Michelle Clemency Ardhi 23. The Darmaji 24. Inda Djani 25. Kaylee C. Djomi 26. Martinus Djomi 27. Angeline Esther Emmanuel 28. Ernawati 29. Musaba Evientri Wahab 30. Edward Febriantus 31. Joe Jeng Fei 32. Andrian Fernando 33. Susilo Gani 34. Justin Giovanni 35. Nico Giovanni 36. Feilensia Sularmo Go 37. David Gunawan 38. Jie Charly Gunawan 39. Jie Stephanie Gunawan 40. Jie Steven Gunawan 41. Jie Stevie Gunawan 42. Kayla Audrey Gunawan 43. Kenneth Mathew Gunawan 44. Hendra Gunawan Syawal 45. Hindarto Halim 46. Hayati Luftiah Hamid 47. Finna Handayani 48. Rony Handoyo 49. Sukiatma Haripin 50. Prawira Harja Subagio 51. David Hartono 52. Caroline Harwon Lioe 53. Juliana Ho 54. Christanto Leoma Hutama 55. Jo Indri 56. Monita Wahyuni Jauw 57. Jessica 58. Ang Mie Jong 59. Shiane Josal 60. Kosuma Chandra Kho 61. Vera Chandra Kho 62. Sesha Aldi Krisputra 63. Felicia Sabrina Krisputri 64. Kristiyono 65. Nelson Kusuma 66. Wirantono Kusumo 67. Kyung Hwa Lee 68. Indahju Liangsih 69. Fransisca Lanny Winat Liem 70. Ekawati Ligo 71. Yan Koen Lim 72. Susandhini Limam 73. Juanita Limantara 74. Grayson Herbert Linaksita 75. Kathleen Fulvia Linaksita 76. Tony Linaksita 77. Sri Linggarwati 78. Megawati 79. Merry 80. Abdullah Muttaqin 81. Andrian Noventus 82. Donna Indah Nurwatie 83. Lanny Octavani 84. Jimmy Sentosa Winata Oei 85. Denny Octavianus 86. Sherlly Ong 87. Soamik Saeran Pai 88. Seongbeom Park 89. Gusti Ayu Putriyan Permata 90. Andri Wijaya Poo 91. Christien Aulia Pornomo 92. Feyny Yufina Pornomo 93. Ruth Natalia M Puspitasari 94. Gusti Ayu Madi Keish Putri 95. Mulyahadikusuma Ranudiwjojo 96. Ria Ratna Sari 97. Siri Romlah 98. Fandi Santoso 99. Karina Santoso 100. Nikolas Theo Santoso 101. Lia Sari 102. Yonathan Sebastian 103. Samuel Joyo Sentoso 104. Mawin Sholeh 105. Soetikno Sia 106. Gusti Made Bobi Sidartha 107. Chung Hei Sii 108. Elbert Soesilo 109. Aris Soetanto 110. Lina Soetanto 111. Cindy Clarissa Soetjipto 112. Kevin Alexander Soetjipto 113. Rudy Soetjipto 114. Yenni Soewono 115. Budi Su 116. Kartika Dewi Sukianto 117. Sulastri 118. Hanny Suryaatmaja 119. Djoko Suseno 120. Naura Kanita Rosada Suseno 121. Susiyah 122. Hermanto Tanus 123. The Meiji Thejakusuma 124. Hendra Theodorus 125. Raynaldi Theodorus 126. Winoya Theodorus 127. Suriani Usin 128. Soesilo Utomo 129. Eny Wahyuni 130. Oktaria Wen 131. Bhima Aly Wicaksana 132. Andreas Widjaja 133. Djoko Satryo Tanoe Widjaja 134. Eko Widjaja 135. Florentina Maria Widodo 136. Nanang Priyo Widodo 137. Anna Widyawati 138. Alfred Widjaya 139. Bob Hartanto Wijaya 140. Marilyn Wijaya 141. William Wijaya 142. Indar Prasetyo Wijaya Kwee 143. Boby Hartanto Winata 144. Ingrid Jessica Winata 145. Natalina Wuntarjo 146. Indri Yani 147. Jou Yongki 148. Elisabeth Youvita 149. Brian Youvito 150. Jou Christine Yuanita 151. Albertus Eka Surya Yulianto 152. Indra Yulianto 153. Stephanie Yulianto 154. Indah Yuni. Pejabat Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin menegaskan bahwa tim operasi SAR saat ini telah dilaksanakan di bawah panduan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kementerian Perhubungan. "AirAsia mendukung penuh pihak otoritas penerbangan dan kooperatif dalam proses investigasi yang sedang berlangsung," katanya. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026