Madiun (Antara jatim) - Tiga orang dari puluhan penghuni Lokalisasi Wisma Wanita Harapan Gude Madiun tercatat mendaftar ke posko yang berada di Kantor Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, untuk dipulangkan. Ketiga orang tersebut terdiri dari dua orang wanita pekerja seks (WPS) dan seorang lainnya mucikari, kata Kabag Sosial Biro Kesra Setda Provinsi Jatim Indra Istianto, Selasa. Setelah mendaftar, ketiganya lalu menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui ada dan tidaknya sebaran virus HIV/AIDS dan penyakit menular kelamin lainnya. Setelah itu, mereka juga didata oleh petugas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pengurusan administrasi pencairan dana kompensasi pemulangan. "Sesuai aturan, untuk WPS akan mendapat dana kompensasi pemulangan sebesar Rp5 juta, mucikari Rp3 juta dan warga sekitar yang terdampak Rp2 juta," ujarny. Indra menjelaskan, sesuai rencana pemerintah, para penghuni lokalisasi diberi batas waktu hingga tanggal 15 November 2014 untuk pulag dan mengambil jatah dana kompensasinya. "Jika penghuni lokalisasi tidak mengambilnya sesuai batas waktu, maka mereka akan tetap dipulangkan tanpa uang kompensasi," kata dia. Sesuai data Pemprov Jatim yang ada, sejak dilakukan program penertiban prostitusi, dari total 7.127 WPS yang ada di Jawa Timur, sebanyak 1.305 WPS masih belum dipulangkan. (*)
Berita Terkait
22 Penghuni Lokalisasi Gude Belum Ambil Uang Kompensasi
14 November 2014 17:14
50 Persen Penghuni Gude Madiun Telah Pulang
12 November 2014 20:54
Aksi Tolak Penutupan Lokalisasi Gude Madiun Ricuh
10 November 2014 17:11
Penghuni Lokalisasi Gude Madiun Demo Tuntut Penutupan Ditunda
6 November 2014 16:32
Penghuni Lokalisasi Gude Madiun Kembali Berdemo
7 November 2014 20:35
Kedatangan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir
5 Januari 2026 20:08
Aksi bersih pantai di awal tahun 2026
3 Januari 2026 14:05
Peresmian rehabilitasi sekolah Provinsi Jatim
2 Januari 2026 19:34
