Jakarta (Antara) - Aremania diperbolehkan mendukung timnya yaitu Arema Cronus saat menghadapi Persela Lamongan pada pertandingan kandang terakhir delapan besar Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuran Malang, Sabtu (25/10). Keputusan tersebut didapat setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menerima 15 syarat yang diajukan sendiri oleh manajemen Arema Cronus maupun Aremania terkait dengan upaya pelarangan penggunaan flare dan nyanyian rasis. "Komdis mencoba keluar dari kebuntuan dari denda uang. Berapa besar denda, mereka tetap melanggar. Makanya kami menerima usulan Arema untuk menghukum dirinya sendiri," kata Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan di Kantor PSSI Senayan, Jakarta,Kamis. Menurut Hinca, apa yang dilakukan oleh Arema adalah hal yang luar bisa. Mereka akan menjadi "polisi" bagi kawan-kawannya saat mendukung tim kesayangannya pada babak delapan besar ISL 2013/2014. "Malang akan diuji besok. Mereka ibarat memasang pisau dilehernya sendiri. Komdis pada pertandingan nanti tidak akan ke Malang," katanya menambahkan. Hinca menjelaskan,15 syarat yang diajukan Arema ini merupakan terobosan baru. Untuk itu semuanya harus bisa dilaksanakan., apalagi syarat yang diajukan merupakan bentukan dari Arema maupun pendukung fanatiknya yaitu Aremania. "Pokoknya kalau ada tulisan yang berbau rasis, maupun flare. Konsekuensinya sudah jelas," kata pria yang juga berprofesi sebagai penasehat hukum. Sementara itu media officer Arema Cronus, Sudarmaji menegaskan, 15 syarat yang diajukan tersebut diantaranya adalah memasang spanduk anti flare dan rasis di Malang Raya, menyebarkan selebaran diseputaran stadion menjelang pertandingan kandang, sosialisasi dan pernyataan sikap di media radio, televisi lokal serta bertatap muka dengan Aremania. "Selain itu syarat yang kami ajukan adalah kami akan melakukan edukasi kepada kalangan anak-anak dengan menggelar lomba dengan teman anti rasis dan flare," kata Sudarmaji menambahkan. Pihak Arema pada pertemuan dengan Komdis PSSI juga membawa data pendukung terkait dengan tantangan dari komdis yaitu untuk menemukan pelaku yang menyalakan flare saat pertandingan antara Arema melawan Persipura di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (12/10). "Tidak hanya membawa proposal, kami juga membawa catatan diantaranya adalah terkait penangkapan terhadap pelaku yang menyalakan flare saat pertandingan Arema melawan Persipura," kata CEO Arema Cronus, Iwan Budianto Pelaku yang menyalakan flare, kata dia, sudah menyerahkan diri dan kasusnya saat ini juga ditangani oleh kepolisian. Hal ini terjadi karena ada delik aduan yang dilakukan salah satu korban. Dampak dari flare tersebut sebelumnya pertandingan Arema melawan Persela dilarang dengan dukungan penonton. (*)
Berita Terkait
Manajemen Persela umumkan Bima Sakti sebagai pelatih tim
30 Desember 2025 18:07
Persipura Jayapura menang 2-0 atas Persela Lamongan
27 Desember 2025 22:15
Penasihat Persela Lamongan sebut pelatih baru segera diumumkan
26 Desember 2025 19:15
Direktur Bisnis Persela fokus perkuat finansial klub
23 Desember 2025 22:54
Dua pemain Persela hengkang jelang latihan perdana putaran kedua
13 Desember 2025 19:05
Askab PSSI sebut Liga Anak Megilan perkuat pembinaan usia dini
24 November 2025 07:37
Manajer Persela Lamongan mundur
22 November 2025 11:08
Manajer Persela tegaskan komitmen rawat tim meski hadapi tekanan
19 November 2025 20:27
