Lamongan (ANTARA) - Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lamongan Edy Yunan Achmadi menyatakan bahwa pelaksanaan Liga Anak Megilan bertujuan untuk memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia dini di daerah setempat.
“Liga ini bukan sekadar ajang bertanding, tetapi menjadi sarana edukasi dasar sepak bola dan pembentukan sportivitas bagi pemain-pemain usia muda,” katanya saat dikonfirmasi di Lamongan Jawa Timur, Senin.
Pria yang pernah menjadi Manajer Persela tersebut menjelaskan, total terdapat 312 pertandingan secara keseluruhan pada masing-masing kelompok umur.
Askab PSSI mengapresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, orang tua, dan pihak pendukung yang telah menjaga konsistensi penyelenggaraan kompetisi hingga tuntas.
"Antusiasme peserta dari seri pertama hingga terakhir menunjukkan pembinaan sepak bola usia dini di Lamongan terus berkembang dan memiliki masa depan menjanjikan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya membuka peluang penambahan kelompok umur pada edisi berikutnya menyesuaikan kesiapan Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Semoga bisa berlangsung setiap tahun dengan semangat kebersamaan, dan jika memungkinkan jumlah kelompok umur bisa bertambah,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Liga Anak Megilan tersebut melibatkan 13 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kabupaten Lamongan dan bergulir sejak 23 Februari 2025. Kompetisi itu berakhir pada seri pamungkas di Stadion Surajaya Lamongan, pada 23 November 2025 dengan dua kelompok umur, U-10 dan U-12, menggunakan sistem kompetisi penuh selama 13 seri.
Untuk kategori U-10, Akademi Persela keluar sebagai juara, disusul KFA dan Bina Putra. Sementara pada U-12, NDPS menjadi kampiun setelah menang pada laga penentu menghadapi Dewa Pratama, kemudian Narayana dan Bina Putra di peringkat kedua dan ketiga.
Askab PSSI sebut Liga Anak Megilan perkuat pembinaan usia dini
Senin, 24 November 2025 7:37 WIB
Foto Arsip : Ketua Askab PSSI Lamongan Edy Yunan Achmadi menyerahkan piala kepada juara Liga Anak Megilan pada seri penutup di Stadion Surajaya Lamongan. (ANTARA/Alimun Khakim)
