Lamongan (ANTARA) - Ketua Komisi A DPRD Lamongan Dimyati Hamzah meminta kepada kader dan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berperan aktif mengambil bagian dalam program pemerintah melalui keterlibatan langsung di tingkat desa.
“Peran kader dan alumni PMII hari ini sangat penting untuk ikut terlibat dalam program-program pemerintah dan pembangunan daerah,” ujarnya saat sarasehan pergerakan di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Jawa Timur, Minggu.
Ia menjelaskan keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mendorong lahirnya manajer serta calon pemimpin di desa.
"Kader dan alumni PMII memiliki potensi besar sebagai motor penggerak yang mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di lapangan," jelasnya.
Sebagai informasi, progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lamongan tercatat terus berjalan, dengan sebanyak 132 unit telah mencapai 100 persen pembangunan.
KDKMP merupakan program Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan pembentukan puluhan ribu koperasi di tingkat desa dan kelurahan guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis gotong royong serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Pembina Yayasan Sahabat Harakah Indonesia (YASRI) Farid Abdillah menekankan pentingnya penguatan kelembagaan untuk mendukung gerakan kader.
Ia juga mendorong agar yayasan yang telah dibentuk segera memiliki badan hukum agar program yang dijalankan lebih terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan bertema “Menyelaraskan arah kebijakan daerah dan peran PMII dalam pembangunan Lamongan” tersebut diikuti ratusan kader PMII serta dihadiri akademisi, organisasi mahasiswa, dan pemangku kepentingan daerah.
Selain sarasehan, acara dirangkai dengan pengukuhan pengurus yayasan, peluncuran rumah pergerakan PMII Unisla, serta pemberian bantuan simbolis bagi pengembangan aktivitas kader.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.