Surabaya (Antara Jatim) - Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Rudi Purwono menyatakan Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang cukup menarik untuk berinvestasi karena ekonominya yang terus tumbuh. "Tingkat kepercayaan penanaman modal usaha masih sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Mengingat Surabaya memiliki tren pertumbuhan ekonomi yang sangat positif, maka Kota Pahlawan kini menjadi tempat yang sangat menjanjikan untuk berinvestasi," katanya saat jumpa pers di Humas Pemkot Surabaya, Jumat. Menurut dia, berbagai kemajuan serta penyediaan sarana infrastruktur turut menopang peran Surabaya sebagai kota jasa dan perdagangan. Hal itu pula yang menjadikan Ibu Kota Provinsi Jatim menduduki urutan teratas dalam daftar 100 kota bisnis menurut versi majalah SWA. Menurut SWA, kata dia, ada lima indikator yang digunakan untuk menentukan suatu kota dikatakan ramah investasi, antara lain, produk domestik regional bruto (PDRB), pendapatan asli daerah (PAD), fasilitas dan sarana penunjang, ritel dan pasar, serta nilai realisasi investasi tahunan. Dari kacamata Rudi, sebenarnya ada banyak sub-indikator yang bisa dilihat secara lebih rinci. Misalnya, terkait daya beli masyarakat, struktur ekonomi dan inflasi. "Hal-hal tersebut tidak bisa dikesampingkan karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair. Rudi yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair ini memaparkan setidaknya ada tiga komponen utama penunjang ekonomi Surabaya, yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan angkutan/transportasi. Ketiganya sangat dominan dan berperan besar menyumbang PAD Kota Surabaya. "Memang, selama ini pendapatan banyak dari sektor pajak. Namun, di sisi lain itu juga menandakan adanya pergerakan dunia usaha ke arah positif. Sebagai gambaran, kalau pemerintah kota menerima pendapatan pajak sebesar Rp1 triliun, lantas berapa omzet keseluruhan dari pelaku usaha di kota ini?" ujarnya. Selain itu, daya beli masyarakat juga menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi. Dia menjabarkan, pendapatan per kapita Surabaya overall sebesar Rp84 juta/kapita/tahun mengacu pada harga berlaku. Sedangkan berdasar harga konstan, pendapatan per kapita sebesar Rp 32 juta/kapita/tahun. (*)
Berita Terkait
Pengamat optimistis Polri alami transformasi budaya signifikan di 2026
3 Januari 2026 09:31
Pengamat: Konflik Tiongkok-Jepang berdampak positif untuk Indonesia
25 November 2025 17:37
Pengamat hukum Unej: Putusan MK soal polisi berlaku sejak diputuskan
19 November 2025 09:27
Pengamat: Kunjungan Raja Yordania momentum perluas kerja sama ekonomi
16 November 2025 15:45
Pengamat: Investigasi Pertamina dongkrak kepercayaan masyarakat
16 November 2025 12:07
Pengamat: Khofifah punya peran vital sukseskan Kopdes Merah Putih
7 November 2025 14:56
