Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur menyatakan provinsi yang dipimpinnya segera memiliki pabrik yang merupakan salah satu inovasi teknologi di bidang pengolahan padi yakni Perseroan Terbatas (PT) Lumbung Padi Indonesia (LPI) di Mojokerto. "Saat ini yang diminati masyarakat adalah beras dengan kualitas premium, karena itu peresmian pabrik ini pada awal September mendatang itu sangat tepat untuk itu," katanya setelah menerima kunjungan Komisaris Utama PT LPI Rachmat Gobel di kantornya, Jumat. Ia mengemukakan pembangunan pabrik LPI ini sangat tepat karena mempunyai fasilitas pengolahan gabah hasil panen menjadi beras berkualitas premium tanpa zat tambahan. "Pendirian pabrik ini memberikan stimulasi untuk melakukan inovasi teknologi 'outfarm', tapi yang diambil dari petani untuk diproses di pabrik jangan gabah kering panen, tapi gabah kering giling," katanya. Ia mengatakan jika yang diambil itu adalah gabah kering panen, nantinya petani tidak mempunyai nilai tambah. "Padahal yang penting adalah nilai tambah bagi masyarakat petani. Pemerintah nanti akan memberikan hibah kepada petani untuk membangun lantai jemur di depan rumah masing-masing," katanya. Sementara itu, Komisaris Utama PT. Lumbung Padi Indonesia (LPI) Rachmat Gobel mengatakan pabrik LPI yang dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektar di Jalan Raya Mojosari-Japanan, Desa Jasem Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. "LPI akan mengembangkan teknologi dan manajemen pertanian dan beras modern terpadu. Jadi, sebuah fasilitas proses pengolahan pascapanen untuk mendorong peralihan pertanian tradisional (subsistence farming) menjadi pertanian perusahaan (commercial farming)," katanya. Ia menyebutkan tahap awal kapasitas produksinya 500 ton perhari atau 150 ribu ton gabah kering panen pertahun. "Penerapan inovasi yang menggunakan teknologi pertanian modern dari Satake Jepang ini dapat meningkatkan mutu beras menjadi beras premium dan mengurangi kadar kehilangan atau susut butiran," katanya. Ia mengatakan, inovasi teknologi pertanian modern ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mencapai program nasional swasembada dan ketahanan pangan. "Kebutuhan beras Indonesia dipenuhi dari hasil pengolahan lahan pertanian padi seluas 11 juta hektar dengan produksi 71 juta ton gabah kering giling atau 45 juta ton beras," katanya. Ia mengatakan adanya penurunan lahan pertanian mengakibatkan produksi padi belum mampu memenuhi kebutuhan beras yang terus meningkat kepada 275 juta penduduk Indonesia dan cenderung impor beras. LPI merupakan perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) bekerjasama dengan Satake Corporation Japan (dalam mendukung sisi tekonologi secara menyeluruh, baik proses pengolahan padi maupun pengolahan beras yang akan dikembangkan dimasa datang. Misalnya, fasilitas pengolahan tepung beras, penyulingan minyak bekatul, pengolahan bekatul menjadi makanan siap saji. (*)
Berita Terkait
Gubernur Khofifah dan DPRD Jatim sepakati enam perda strategis
30 Desember 2025 10:37
Kepala Basarnas pantau arus penyeberangan lintas Jawa-Bali
29 Desember 2025 14:11
Khofifah: Natal momentum perkuat persaudaraan dan persatuan bangsa
25 Desember 2025 14:39
Gubernur Khofifah optimistis logistik warga terpenuhi di penghujung tahun
21 Desember 2025 10:47
Khofifah dorong IKA Unair berperan orkestrator pembangunan daerah
20 Desember 2025 17:15
Gubernur Khofifah ajak warga Jatim teladani Gus Dur
18 Desember 2025 18:40
Khofifah berharap SMANOR Jatim cetak lebih banyak atlet berkelas dunia
17 Desember 2025 19:09
