Bojonegoro (Antara Jatim) - Para peserta arisan yang digelar Yayasan Harapan Sinar Bahagia (YHSB) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Jumat, berusaha mencairkan uang arisan sebesar Rp4 miliar yang tersimpan di Bank Permata yang mendapat penjagaan petugas kepolisian resor (polres) setempat. "Saat ini proses pencairan masih dalam tahap negosiasi antara peserta arisan dengan manajemen Bank Permata," kata Kabag Operasional Polres Bojonegoro Kompol Agus Wahono di lokasi Bank Permata. Ia mengaku belum tahu apakah Manajemen Bank Permata menyetujui pencairan uang sebesar Rp4 miliar milik peserta arisan Yayasan HSB, setelah pencairan sehari yang lalu ditolak Manajemen Bank Permata dengan alasan ada gugatan perdata pengurus Kelenteng Hok Swie Bio. Mengenai konflik pencairan uang arisan tersebut, katanya, polres tidak akan ikut campur, tetapi tetap mengamankan agar tidak terjadi hal-hal yang bersifat anarkhis. "Kalau memang Manajemen Bank Permata tidak bersedia mencairkan uang arisan, maka kami akan melaporkan ke polisi dengan tuduhan bank telah menggelapkan uang kami," kata salah seorang pengurus Yayasan HSB Bojonegoro Dwi Prayogo, didampingi puluhan peserta arisan lainnya. Lebih lanjut Dwi menjelaskan uang arisan sebesar Rp4 miliar tersebut disimpan di Bank Permata sekitar tiga tahun lalu atas nama empat orang penyimpan, di antaranya, Ketua Yayasan HSB Bojonegoro Tan Tjien Hwat. Sesuai rencana, katanya, uang arisan tersebut akan dibagikan kepada peserta arisan yang jumlahnya sekitar 1.000 peserta, hari ini, di antaranya, ada warga biasa yang bukan umat Kelenteng Hok Swie Bio. Namun, menurut Dwi, Manajemen Bank Permata menolak mencairkan uang arisan sebesar Rp4 miliar tersebut dengan alasan masih ada gugatan perdata kepengurusan Kelenteng Hok Swie Bio. Menurut perwakilan Bank Permata Sismiharjo, uang arisan bisa dicairkan jika ada kesepakatan dari kedua belah pihak yang bersengketa dalam kepengurusan Kelenteng Hok Swie Bio. "Pencairan uang arisan lainnya di bank lain dengan dokumen sama tidak ada masalah, sebab uang arisan ini tidak ada kaitannya dengan Kelenteng Hok Swie Bio," tutur Ketua Yayasan HSB Bojonegoro Tan Tjien Hwat, menegaskan. Sampai saat ini puluhan peserta arisan Yayasan HSB terus berdatangan ke Bank Permata untuk menunggu pencairan uang arisan yang dilakukan Tan Tjien Hwat dan sejumlah pengurus Yayasah HSB lainnya di bank setempat.(*)
Berita Terkait
Puluhan Polisi Bojonegoro Amankan Sidang Praperadilan
7 Mei 2014 13:19
Yayasan HSB Bojonegoro Hentikan Arisan Kelenteng
1 Maret 2014 19:54
PN Bojonegoro Tunda Sidang Gugatan Soal Kelenteng
3 Desember 2013 13:07
Gugatan Kelenteng Hok Swie Bio Dimusyawarahkan
10 Desember 2013 17:36
Dubes: Pekan budaya Hungaria perkuat hubungan masyarakat
58 menit lalu
Satu rumah di kawasan Kampung Wisata Ketandan Surabaya terbakar
21 Maret 2026 22:39
Morazen Surabaya perkuat sosial berkelanjutan setiap Ramadhan
21 Maret 2026 19:15
Kanwil Kemenag: Hilal belum terlihat di Jawa Timur
19 Maret 2026 19:00
