Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyatakan hilal belum terlihat di wilayah Jawa Timur berdasarkan hasil rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar di 28 titik, Kamis petang.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan pemantauan dilakukan serentak di sejumlah lokasi, termasuk di Pelabuhan Branta, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, dengan menggunakan teleskop sebagai alat bantu utama.
"Proses pengamatan berlangsung pada pukul 17:40 WIB hingga 17:49 WIB dengan mengacu pada kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan negara anggota MABIMS," kata Bahtiar dalam keterangannya di Surabaya, Kamis.
Ia menjelaskan ketinggian hilal saat pengamatan berada di kisaran 1,425 derajat atau masih di bawah ambang batas minimal 3 derajat.
Sedangkan elongasi hilal, kata dia, tercatat sekitar 5,30 derajat atau belum mencapai ketentuan minimal 6,4 derajat.
Sehingga, lanjutnya, berdasarkan hasil pengamatan, posisi hilal di wilayah Jawa Timur belum memenuhi kriteria tersebut.
Selanjutnya, kata Bahtiar, hasil rukyatul hilal dari berbagai titik di Jawa Timur akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat di Jakarta.
Meskipun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami mengajak seluruh umat Islam untuk menantikan hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Di sisi lain, Bahtiar menegaskan perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu menjadi sumber perpecahan, bahkan bisa mempererat persaudaraan.
Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam untuk menjaga keharmonisan dan saling menghormati dalam menyambut Idul Fitri.
“Mari kita sambut Idul Fitri dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, serta menjaga suasana yang rukun dan damai,” tuturnya.
