Kami memastikan pelaksanaannya berjalan profesional dengan melibatkan para ahli
Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di 28 titik strategis di wilayah setempat pada Kamis petang.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan bahwa hasil pengamatan hilal itu kemudian dilaporkan secara berjenjang sebagai bahan Sidang Isbat Kementerian Agama RI.
“Rukyatul hilal merupakan upaya ilmiah sekaligus syar'i dalam menentukan awal Syawal. Kami memastikan pelaksanaannya berjalan profesional dengan melibatkan para ahli serta mengacu pada kriteria yang telah disepakati,” ujar Bahtiar dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam, pengamatan dilakukan di berbagai daerah, antara lain Kota Blitar, Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Jember, Sampang, Ngawi dan Malang.
Kemudian, lanjutnya, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, Ponorogo, Bangkalan, Kediri, Pasuruan, Situbondo, Pamekasan, Sidoarjo, hingga Bojonegoro.
Ia menambahkan, lokasi pengamatan dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi ufuk barat yang terbuka, kualitas atmosfer, serta minimnya polusi cahaya.
Bahtiar menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Agama, hakim Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, BMKG, ahli falak, perguruan tinggi, pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat.
“Kolaborasi ini untuk memastikan proses rukyat berjalan objektif, ilmiah, serta sesuai ketentuan syariat dan regulasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS, hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila memiliki tinggi minimal tiga derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.
Ia menambahkan faktor cuaca seperti mendung atau awan tebal masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan rukyat di sejumlah daerah.
“Kami berharap penetapan 1 Syawal dapat memberikan kepastian bagi umat Islam untuk merayakan Idul Fitri secara bersama-sama,” jelasnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinUploader : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026