Pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk

  • Kamis, 23 April 2026 20:18

Dua orang pekerja menyiapkan proses pengecoran pada pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). Proyek pembangunan kompleks sekolah terpadu di atas lahan seluas 5,4 hektare tersebut menambah jumlah tenaga kerja dari 594 pekerja menjadi 745 pekerja guna mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 atau sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/abs

Seorang pekerja mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). Proyek pembangunan kompleks sekolah terpadu di atas lahan seluas 5,4 hektare tersebut menambah jumlah tenaga kerja dari 594 pekerja menjadi 745 pekerja guna mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 atau sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/abs

Seorang pekerja berjalan pada area pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). Proyek pembangunan kompleks sekolah terpadu di atas lahan seluas 5,4 hektare tersebut menambah jumlah tenaga kerja dari 594 pekerja menjadi 745 pekerja guna mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 atau sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/abs

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono (kedua kanan) memantau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). Proyek pembangunan kompleks sekolah terpadu di atas lahan seluas 5,4 hektare tersebut menambah jumlah tenaga kerja dari 594 pekerja menjadi 745 pekerja guna mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 atau sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/abs

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono (kanan) memantau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). Proyek pembangunan kompleks sekolah terpadu di atas lahan seluas 5,4 hektare tersebut menambah jumlah tenaga kerja dari 594 pekerja menjadi 745 pekerja guna mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 atau sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/abs

Berita Terkait