Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggencarkan pengembangan desa pesisir tangguh di tiga desa di Kecamatan Subermanjing Wetan, yakni Desa Sitiarjo, Tambakrejo dan Sidoasri. "Program pengembangan desa pesisir tangguh (PDPT) ini guna meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap bencana, kualitas lingkungan hidup, kapabilitas kelembagaan masyarakat, pengembangan sarana dan prasarana di desa pesisir pantai," kata Bupati Malang Rendra Kresna, Minggu. Menurut Rendra, tiga desa yang menjadi desa percontohan PDPT tersebut masing-masing akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1,593 miliar yang langsung diberikan kepada kelompok masyarakat. Program PDPT tersebut juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi perikanan yang telah dicanangkan pada 2005 yang bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan dan pemanfaatan peluang usaha perikanan demi peningkatan kesejahteraan nelayan. Ia mengatakan Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi besar dan komitmen tinggi terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Salah satu komitmen itu diwujudkan melalui kebijakan pengembangan sektor perikanan dan kelautan, di antaranya pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondokdadap, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Namun, peningkatan pemanfaatan sumberdaya perikanan membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. "Sarana dan prasarana yang ada di PPP Pondokdadap Sendangbiru saat ini berupa dermaga pelabuhan, TPI, tempat pengepakan, bengkel perbaikan kapal, balai pertemuan nelayan, serta dealer solar," katanya, menambahkan. Potensi perikanan yang ada di perairan Sendangbiru cukup besar, di antaranya jumlah nelayan mencapai 2.641 orang, armada kapal sebanyak 534 unit, produksi tahun 2012 tercatat 10.277,35 ton dengan nilai produksi kurang lebih Rp 1,1 triliun. Hanya saja, potensi perikanan tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Pada 2012 produksi tangkapan ikan hanya 10.277,35 ton, padahal potensinya mampu mencapai 403.444 ton/tahun. "Kondisi ini menggambarkan tingkat pemanfaatan yang masih sangat rendah, yakni hanya 3,32 persen. Kami berharap, berbagai upaya yang telah kami lakukan ini mampu meningkatkan hasil tangkapan, sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan nelayan," tegas Rendra. Berbagai jenis ikan yang menjadi andalan Kabupaten Malang dan menjadi salah satu komoditas ekspor ke Jepang maupun sejumlah negara di Eropa, di anatranya adalah ikan tengiri, cakalang, tongkol, dan tuna. Namun, yang menjadi primadona ekspor adalah jenis tuna. (*)
Berita Terkait
Pemkab Malang: Tahun baru diisi doa bersama bagi korban bencana
17 Desember 2025 17:00
Pemkab Malang usulkan dua desa jadi Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP
30 November 2025 19:17
Pemkab Malang masifkan model kawasan guna dongkrak produksi budidaya ikan
30 November 2025 19:15
Pemkab Malang bantu biaya perbaikan rumah rusak akibat puting beliung
3 November 2025 19:26
Pemkab Malang telusuri penyebab keracunan belasan pelajar Mts
23 Oktober 2025 20:55
Pemkab Malang evaluasi penyajian menu MBG satu SPPG
29 September 2025 20:34
Pemkab Malang tekankan sinergisitas antara OPD untuk tangani kemiskinan
10 September 2025 17:24
Pemkab Malang jamin tidak ada kenaikan tarif PBB pada 2025
19 Agustus 2025 14:28
