Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan membantu biaya perbaikan rumah warga di Kecamatan Dau yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung.
Bupati Malang M Sanusi seusai meninjau kondisi warga terdampak angin puting beliung di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin, mengatakan, biaya perbaikan akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
"Nanti dibantu, Pak Sekda dan BPBD sudah saya minta untuk melakukan penghitungan (nilai) kerugian. Kami gunakan BTT," kata Sanusi.
Sembari menunggu selesainya proses penghitungan nilai kerugian, Pemkab Malang akan berkoordinasi dengan DPRD setempat terkait rencana penggunaan BTT untuk memperbaiki rumah warga terdampak.
"Bantuan ini karena rumah-rumah yang rusak merupakan satu-satunya tempat tinggal mereka," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Ichwanul Muslimin menyatakan mayoritas kerusakan pada rumah warga terjadi pada bagian atap.
Secara akumulasi, jumlah hunian yang mengalami kerusakan akibat kejadian angin puting beliung mencapai 160 rumah.
"Kami membantu berupa kasur dan selimut, Pak Bupati juga bantu sembako," kata dia.
Dari kejadian itu, mengacu pada data BPBD total terdapat dua orang warga yang mengalami luka-luka. Meski demikian, keduanya telah dipulangkan ke rumah setelah menerima perawatan medis.
Ichwanul menyatakan kondisi di Kabupaten Malang saat ini telah berada pada fase tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
"Sudah tanggap darurat sejak 30 Oktober 2025, karena sudah banyak pohon tumbang sehingga situasinya tidak siaga lagi," kata dia.
Selain Kecamatan Dau, beberapa wilayah lain di Kabupaten Malang juga masuk ke dalam daerah rawan, seperti Kecamatan Lawang, Singosari, Ngajum, dan Wagir.
Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh warga Kabupaten Malang, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan supaya meningkatkan kewaspadaan.
"Kami himbau masyarakat menanam pohon besar di daerahnya, karena pohon bisa mengurangi (kecepatan) anginnya, bisa terpecah," ucap Ichwanul.
