Surabaya (Antara Jatim) -Jumlah warga Surabaya yang masuk daftar pemilih tetap Pemilu 2014 turun cukup signifikan setelah diketahui adanya perbaikan atau pembersihan data identitas ganda dari Kementerian Dalam Negeri dalam program kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP. Kasubbag Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nurita Paramitha, Rabu, mengatakan jika jumlah DPT Kota Surabaya untuk Pilkada Jatim 2013 mencapai 2.125.000 pemilih, maka untuk Pemilu 2014 jumlahnya menurun menjadi 2.013.000 untuk DPT Surabaya atau turun sekitar 112.000. "KPU tidak mempersoalkan jumlah pemilih tetap tersebut. Sebab saat DPT Pilkada Jatim dikeluarkan, masih belum ada pembersihan," ujarnya. Menurut Nurita, pembersihan data itu disebabkan beberapa hal, seperti identitas ganda, orang yang belum berhak mendapat KTP namun sudah mendapatkannya, dan lainnya. "Kini dengan program E-KTP dengan sendirinya data-data ganda dan yang tak benar terdeteksi," kata Nurita. Komisioner Bidang Sosialisasi KPU Kota Surabaya Choirul Anam menyatakan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 menjadi pekerjaan rumah KPU pusat, namun bukan berarti KPU kabupaten/kota tidak bekerja. Untuk pelaksanaan sosialisasi Pileg pada April 2014, lanjut dia, dibutuhkan peran serta KPU Kota Surabaya. Sesuai aturan yang ada, KPU Kabupaten/Kota harus melaksanakan sosialisasi ke masyarakat dengan tujuan menggugah kesadaran para pemilih pemula untuk bisa berpartisipasi dalam Pileg. "Untuk mensukseskan sosialisasi itu, seluruh KPU diminta membentuk Relawan Demokrasi. Relawan Demokrasi inilah yang akan bertugas melakukan sosialisasi Pemilu ke masyarakat," terang Choirul Anam. Apalagi, Dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari peraturan KPU, Relawan Demokrasi itu dibiayai Negara dan sesuai anggaran yang ada, yaitu jumlahnya 25 orang. Nantinya, 25 orang itulah yang akan dilibatkan dalam sosialisasi Pemilu di Surabaya. "Mereka akan bekerja masuk ke kampung-kampung di Surabaya," kata Choirul Anam. Para Relawan Demokrasi ini, lanjutnya, direncanakan akan direkrut dari para mahasiswa dan mahasiswi di Surabaya. Paling tidak, dengan menggandeng pemuda dan pemudi, bisa merangkul pemilih pemula di Surabaya agar tingkat partisipasi pada Pemilu mendatang meningkat. Sebelumnya, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surabaya sudah menyerahkan data agregat kependudukan Surabaya yang jumlahnya mencapai 2,7 juta penduduk. Namun jumlah itu mendapat koreksi setelah ada pembenaran data dari pusat. Data itu juga masuk daftar pemilih sementara dan kini sudah menjadi DPT resmi. Rencananya, DPT itu akan diluncurkan pada minggu ini. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026