Surabaya (Antara Jatim) - Grup yang konsen terhadap persoalan balita atau dikenal dengan "Homemade Healthy Baby Food" (HHBF) menggelar diskusi bersama dengan mengingatkan kepada para orang tua akan pentingnya makanan sehat bagi balita. "Soal balita umur satu tahun ke atas yang mogok makan (tidak mau makan), tapi lebih suka minum susu formula perlu dicari penyebabnya," kata konselor anak HHBF dr. Novi Wiria Pridayanto saat diskusi yang dihadiri puluhan ibu-ibu di Surabaya, Minggu. Menurut dia, jika anak susah makan, maka bisa dilihat badannya kurang enak, kekenyangan disebabkan kebanyakan susu formula, karena kebiasaan makan jajanan atau snack. "Bisa juga menu makannya itu-itu saja, sehingga membuat anak menjadi bosan," katanya. Kebanyakan dari orang tua tidak mengetahui hal ini sehingga solusinya menambah porsi minuman susu mulai dari yang harganya murah sampai mahal. "Jika anak di atas umur satu tahun sebaiknya susu formulanya dikurangi. Paling tidak dua gelas atau sekitar 500 ml. Tentunya harus dibiasakan dengan makanan sehat," katanya. Makanan sehat, lanjut dia, tidak harus nasi melainkan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti halnya kentang, jagung manis, wortel, ketela, dan lainnya. Bagi anak yang sudah telanjur terbiasa mengonsumsi susu formula sebagai pengganti makan, Novi mengatakan agar orang tua mulai menguranginya. Jika sebelumnya satu hari menghabiskan 12 botol, paling tidak bisa dikurangi 8 dan seterusnya. Selain itu, lanjut dia, bagi anak yang rewel dan susah tidur, sebaiknya orang tia tidak memberikan makan dua jam sebelum tidur. Hal ini memudahkan anak agar bisa cepat tidur dan bangun pagi tepat pada waktunya. Hal sama juga diungkapkan Humas HHBF Shofa Yunita. Ia mengatakan jika anak tetap dibiasakan minum susu formula secara berlebih bisa mengakibatkan obesitas pada saat dewasa. "Apalagi gigi anak mudah gigis (hitam) akibat sering terkena dot. Selain itu juga bisa memicu masuknya penyakit melalui dot," katanya. Ia memberikan saran kepada ibu-ibu yang mengalami hal itu. "Saya sudah mempraktikkan hal ini kepada anak saya, yang penting orang tua dan anak komunikatif. Harus ada perjanjian di antara keduanya. Jika orang tua memutuskan tidak memberikan susu dalam porsi sekian, maka harus dilaksanakan. Jangan sampai itu dilanggar karena anak akan memperhatikan orang tua tidak konsisten," katanya. Diketahui grup HHBF terbentuk apda 8 Mei 2011 oleh Melina Adhi sebagai sarana bagi orang tua dalam membuat dan menyiapkan makanan sehat untuk anak. Sejak berdiri, grup ini mempunyai anggota sekitar 50.000 orang di Indonesia. Grup ini juga sebagai media belajar bagi orang tua yang masih bingung dalam menyaipkan menu makanan pendamping ASI dan makanan untuk balita. "Karena sering berinteraksi melalui media sosial seperti facebook dan twitter, maka para orang tua sepakat membahas pola makanan yang sehat untuk bayi dan balita seperti yang digelar di Surabaya pada saat ini," katanya. (*)
Berita Terkait
Dinkes Madiun beri makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil rawan kekurangan gizi
2 Agustus 2024 18:29
BRIN: Manfaat daun kelor untuk atasi stunting dan anemia
8 Maret 2024 09:21
Pemkab Situbondo gelontor anggaran Rp6,3 M untuk sektor kesehatan
15 November 2023 13:36
Alumni FK Uniar berikan bahan makanan untuk 40 balita di Jayapura
31 Oktober 2023 09:29
PKK Kota Kediri bagikan menu makanan tambahan ke balita
14 September 2023 18:44
350 balita Banyuwangi dapat bantuan makanan bergizi dari OASE-KIM
12 Agustus 2023 07:38
Penting bagi orang tua penuhi asupan gizi balita selama mudik
20 April 2023 10:47
Pimpinan DPRD Surabaya usulkan program makanan untuk balita stunting
8 Mei 2021 09:12
