Jember (Antara Jatim) - Sebanyak 8.633 rumah tangga sasaran (RTS) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum mengambil bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tahap pertama dengan total dana senilai Rp2,58 miliar. "Ada sekitar 5 persen dari total penerima BLSM di Jember sebanyak 192.951 RTS yang belum mengambil dana bantuan kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada tahap pertama," kata Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Kabupaten Jember, Wahyudi Aziz. Berdasarkan keterangan perangkat desa atau kelurahan setempat, lanjut dia, pemilik Kartu Perlindungan Sosial (KPS) tersebut masih bekerja di luar kota saat pembagian BLSM tahap pertama pada awal Juli 2013. "Mereka tersebar hampir di 31 kecamatan di Jember, namun terbanyak RTS yang belum mengambil dana itu berada di Kecamatan Puger dengan jumlah penerima sebanyak 1.500 orang," tuturnya. Menurut dia, warga penerima BLSM tersebut masih bisa mencairkan bantuan tahap pertama, meskipun saat ini sudah masuk jadwal penyaluran tahap kedua. "Warga yang belum mengambil dana BLSM tahap pertama diberi kesempatan untuk mengambil bersamaan pencairan tahap kedua hingga akhir Oktober 2013 dengan total dana yang diterima sebesar Rp600 ribu untuk empat bulan," paparnya. Apabila dana bantuan itu belum juga diambil oleh pemilik KPS pada batas waktu yang ditentukan, maka pihak Kantor Pos Jember akan melaporkan hal tersebut kepada pemerintah pusat dan Kantor Pos pusat. Wahyudi menjelaskan data pembagian BLSM tahap kedua yang diterima Kantor Pos tidak berubah atau masih sama dengan data penerima BLSM tahap pertama, padahal sebelumnya Bupati Jember MZA Djalal menginstruksikan kepada camat dan kepala desa untuk melakukan pendataan ulang karena banyak warga miskin yang belum mendapat KPS. "Datanya masih sama, sehingga kami menyalurkan kepada RTS sesuai data yang dimiliki Kantor Pos Jember," katanya. Hari pertama pembagian BLSM tahap kedua dilaksanakan pada Senin (2/9) di tiga kecamatan kawasan kota seperti Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang dengan total penerima sebanyak 13.232 rumah tangga miskin. "Sesuai dengan instruksi tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TMP2K) dan Kantor Pos pusat, pembagian BLSM di masing-masing kabupaten/kota dilakukan di kecamatan kota terlebih dahulu," ujarnya.(*)
Berita Terkait
Foto pilihan terbaik September 2025
2 Oktober 2025 13:12
Kunjungan Kapendam di AntaraJatim
2 Juli 2024 20:49
Kamis ini rupiah menguat 2 poin menjadi Rp16.285 per dolar AS
6 Juni 2024 09:16
BMKG: Cuaca Surabaya cerah pada Kamis ini
6 Juni 2024 07:16
Imbas pemadaman listrik, PLN siapkan kompensasi potongan 10 persen
5 Juni 2024 12:41
Polisi musnahkan 150,02 kilogram sabu-sabu di Sumut
5 Juni 2024 12:05
Polisi sita 67 motor terindikasi balap liar di jalanan Surabaya
5 Juni 2024 11:03
