Surabaya, (Antara Jatim) - Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) 2013 yang digelar di Jalan Tunjungan Surabaya pada 19 Mei 2012 mulai pukul 14.00 - 23.00 WIB akan menampilkan beragam kuliner khas Surabaya dan Jawa Timur serta disemarakkan penampilan 1.000 penari Remo. Ketua Panitia SUCF 2013 Rudy Hartono, Jumat, mengatakan, kegiatan itu merupakan persembahan Suara Surabaya (SS) yang merayakan Hari Ulang Tahun ke-30 dan Pemerintah Kota Surabaya yang berulang tahun ke-720. Menurut dia, pesta rakyat Surabaya yang sudah kali kedua ini akan menampilkan sub-sub budaya urban Surabaya, diantaranya kuliner, kesenian tradisional ludruk, Tari Remo, budaya pop urban serta aktivitas komunitas urban Surabaya. "Masih sama dengan tahun lalu, kita melihat Jalan Tunjungan sebagai destinasi wisata dengan akulturasi budaya urban yang menarik untuk dikembangkan. Inilah yang jadi di antara inspirasi kita menggelar SUCF sampai di tahun kedua ini," katanya menjelaskan. Mengutip pernyataan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, ia menyatakan Wali Kota Surabaya bangga dengan digelarnya "SUCF 2013" yang melibatkan kolaborasi kreasi anak muda tanpa meninggalkan karakter budaya Surabaya. "Saya rasa ini salah satu upaya kita, di mana di tengah-tengah kemajuan budaya, perekonomian warga Surabaya, maka kemudian ada ide untuk membuat Surabaya Urban Culture Festival. Sebuah ide yang sangat bagus, karena kemudian kita menjadi satu kesatuan visi untuk tetap melestarikan budaya khas Surabaya, tidak ketinggalan jaman, kita juga bisa menerima budaya asing," kata Wali Kota. Bakat anak-anak dan para remaja, kata Tri Rismaharini, bisa diakomodir, karena budaya asing tidak bisa dicegah untuk tetap masuk di tengah era globalisasi seperti saat ini. Yang paling penting adalah karakter dari warga Surabaya tetap terpegang. Dipilihnya Jalan Tunjungan, menurut Tri Rismaharini merupakan daya tarik. ¿Yang luar biasa adalah kita bisa bertemu bareng-bareng di Jalan Tunjungan yang menyimpan cerita sejarah luar biasa. Kita ingin suatu saat Tunjungan hidup lagi. Kita bisa 'mlaku-mlaku' di Tunjungan lagi,¿ ungkapnya. Sementara itu, SUCF 2013 akan disemarakkan dengan kesenian Ludruk dengan konsep berbeda yang dimainkan oleh siswa-siswa SMAK St. Louis Surabaya dan Kartolo Show, pertunjukan tentang sejarah Surabaya, serta penampilan 1.000 orang menari Remo yang diawali dengan lomba tata rias tari Remo. "Menari Remo massal ini akan lebih menarik lagi, karena Tri Rismahari Wali Kota Surabaya, Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media, dan Kombes Pol Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya ikut bersama-sama menari Remo di Jalan Tunjungan tersebut," kata Rudy Hartono. Selama perhelatan kegiatan SUCF 2013 di sepanjang Jalan Tunjungan pada 19 Mei 2013 akan ditutup dan dilakukan pengalihan arus lalu lintas. Jalan Tunjungan Surabaya akan ditutup pada pukul 05.00-24.00 WIB. Pada Minggu pagi mulai pukul 06.00-10.00 akan digelar "Fun Bike Pharmaton Bike 4 Health" bertempat di Jalan Tunjungan. (*) Keterangan Foto : Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto menari Remo. (Foto Istimewa)
Berita Terkait
Konsul Jenderal Jepang Surabaya: JFF kenalkan budaya Jepang lewat film
19 Desember 2025 19:18
Dekranasda Jatim nilai Portival Nusantara beri dampak positif UMKM
13 Desember 2025 19:55
Pelindo Regional 3 gelar Portival Nusantara 2025
12 Desember 2025 13:08
Wagub Emil: Livin' Fest 2025 Surabaya gairahkan aktifitas ekonomi
11 Desember 2025 13:16
SWCF hadirkan konser Illuminare, angkat komunitas paduan suara Surabaya
16 November 2025 18:07
Daop 8 operasikan KA tambahan dukung Festival Gandrung Sewu 2025
24 Oktober 2025 15:22
Menggeliatnya napas kebudayaan di Surabaya
2 Oktober 2025 20:44
Jazz Traffic Festival di Surabaya
28 September 2025 11:49
