Surabaya (ANTARA) - Surabaya World Choral Festival (SWCF) 2025 menghadirkan konser spesial “Illuminare” sebagai salah satu rangkaian utamanya untuk mengangkat semangat komunitas paduan suara Surabaya dan memberi ruang apresiasi yang lebih luas bagi para musisi berbakat.
“Special Concert ‘Illuminare’ bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi juga upaya untuk menyalakan gairah komunitas paduan suara Surabaya,” kata Direktur Artistik SWCF Tommyanto Kandisaputra dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Ia mengatakan, konser ini menyuguhkan karya pilihan Elaine Hagenberg yang dikenal dengan musik paduan suaranya yang ekspresif dan penuh detail.
“Melalui ruang seperti ini, kami ingin terus menghadirkan kesempatan bagi musisi muda untuk bersinar dan bagi masyarakat untuk menikmati seni paduan suara yang berkualitas,” ujarnya.
Patron Surabaya World Choral Festival (SWCF) Herlina Harsono Njoto, menyebut Surabaya semakin menunjukkan kelasnya sebagai kota bertaraf internasional melalui gelaran Special Concert Illuminare.
“Kota ini benar-benar memperlihatkan kapasitas internasional. Kolaborasi musisi dunia bisa hadir dan tampil bersama warga Surabaya, dan itu membuat panggung ini semakin istimewa,” ujar Herlina.
Herlina mengatakan bahwa konser “Illuminare” juga menampilkan One Voice Spensabaya di bawah conductor Dinar Primasti, yang baru saja meraih juara utama di Busan Choral International Festival pada Oktober lalu.
Konser “Illuminare” sendiri dirancang untuk menggairahkan komunitas paduan suara Surabaya dan membuka ruang bagi musisi muda untuk menunjukkan karya terbaik.
SWCF 2025 melibatkan komposer, konduktor, dan penampil dari berbagai negara, sekaligus menguatkan posisi Surabaya sebagai kota yang ramah terhadap kegiatan seni bertaraf internasional.
“Ruang seperti ini menguatkan ekosistem seni kita agar makin kreatif dan kolaboratif. Surabaya punya semua modal untuk menjadi rumah bagi pertunjukan kelas dunia,” tutur Herlina.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengaku terpukau setelah menyaksikan langsung Special Concert Illuminare. Dia menyebut kualitas pertunjukan, harmoni suara, dan atmosfer panggung membuktikan Surabaya telah berkembang menjadi kota seni bertaraf global.
“Banyak sekali choir dari berbagai kelompok dan sekolah yang memberikan penampilan terbaiknya. Ini ajang yang harus terus kita dukung supaya menjadi agenda rutin,” ujanya.
Menurut Emil, choir merupakan seni kompleks yang membutuhkan perpaduan disiplin, teknik, dan harmoni. Dia mencontohkan kompaknya 88 penyanyi dalam konser Illuminare yang mampu blend dengan baik, sebuah capaian teknis yang tidak mudah dicapai.
“Menggabungkan 88 orang nyanyi tantangan besar ya, lima orang saja sulit kompak, ini 88. Dan perpaduannya luar biasa bisa blend dengan baik,” ucapnya.
