Surabaya (ANTARA) - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menerima keluhan warga terkait dengan bangunan sekolah taman kanak-kanak (TK) Harapan Ibu di Kedurus, Surabaya yang berpotensi roboh saat menggelar reses tahun kedua persidangan II 2026.
"Lembaga pendidikan anak usia dini yang telah berdiri sejak 2001 tersebut saat ini menampung sekitar 40 murid dari kelas TK A dan TK B. Warga dan pihak sekolah mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mengingat kondisi fisik gedung yang semakin lapuk dan rawan ambruk," kata Yona di Surabaya Rabu.
Ia mengatakan, pihak sekolah menyebutkan jika proposal perbaikan sebenarnya telah diajukan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan bahkan sempat dilakukan peninjauan lapangan.
"Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan," ujarnya.
Yona yang akrab disapa Cak Yebe meminta pengelola sekolah segera menyiapkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar proses pengajuan bantuan bisa dipercepat.
"Untuk TK dan MI Baitul Rohman, segera susun RAB lalu kirimkan ke saya supaya kita bisa dorong solusi yang jelas," tuturnya.
Cak Yebe juga menegaskan bahwa peran DPRD tidak hanya sebatas menyusun regulasi dan anggaran, tetapi memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berjalan hingga level paling bawah.
"Tidak boleh ada persoalan warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus responsif terhadap setiap laporan masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Cak Yebe turut mensosialisasikan Program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Berdasarkan pembaruan data hingga akhir Januari, masih terdapat sekitar 197.594 kepala keluarga (KK) yang tidak ditemukan dari total 1.026.192 KK di Surabaya
"Dari jumlah tersebut, lebih dari 100.000 KK diduga tidak terdata akibat migrasi penduduk lintas kecamatan yang tidak disertai konfirmasi perpindahan alamat," ujarnya.
Yona pun mengimbau warga untuk aktif membantu proses pendataan dengan menyampaikan informasi kepada keluarga maupun tetangga yang belum disurvei.
"Warga diminta segera mengonfirmasi kepada ketua RT setempat apabila ada yang belum didatangi petugas survei," ujarnya.
Selain persoalan bangunan TK, warga turut menyampaikan sejumlah kebutuhan lain, mulai dari pembenahan Balai RW, pengadaan kursi untuk kegiatan warga, perbaikan pagar kelompok tani, penyediaan alat kesehatan dasar bagi Kader Surabaya Hebat (KSH), hingga fasilitas meja belajar untuk mendukung kegiatan “sinau bareng” anak-anak kampung.
