Madiun (Antara Jatim) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan bahwa hasil investigasi Ujian Nasional (UN) 2013 yang berasal dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diumumkan pada Senin (14/5). "Hasil investigasi Ujian Nasional mudah-mudahan Senin besok akan kami sampaikan ke publik," ujar Mohammad Nuh seusai peresmian Politeknik Negeri Madiun di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu. Menurut dia, ada tiga hal yang disoroti dalam investigasi tersebut, yakni lelang pengadaan, pelaksanaan dan percetakan. "Tapi dari ketiganya yang hasilnya sudah siap kita sampaikan ke publik adalah wilayah pelaksanaan. Karena wilayah pengadaan masih perlu waktu untuk mempertajam kenapa dan lain sebagainya," kata dia. Meski pekan depan belum semuanya dapat dipublikasikan, namun Nuh menegaskan jika hasil investigasi UN secara keseluruhan akan segera diumumkan. "Secara umum, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai semuanya," tegas Nuh. Ia menambahkan, jika nantinya dari hasil investigasi diketahui ada yang lalai, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. "Sanksi akan diberikan mulai dari yang ringan yaitu berupa peringatan, tertulis, sampai sanksi pemberhentian," kata Mohammad Nuh. UN 2013 untuk tingkat SMA sederajat banyak menuai kritik akibat penyelenggaraannya yang tidak serempak di sejumlah daerah. Terdapat 11 provinsi dari 33 provinsi di Tanah Air yang pelaksanaan ujian nasionalnya mundur akibat keterlambatan naskah soal ujian. (*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
