Surabaya (Antara Jatim) - Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, mengunjungi bayi kembar siam dempet dada dan perut asal Ponorogo, Jatim, Fania Aqya Putri Aurora di Unit Perawatan Irna Anak RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa. Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) memberikan apresiasi kepada RSUD dr. Soetomo yang telah berhasil memisahkan 53 pasien bayi kembar siam selama ini. Prestasi ini paling besar jika dibandingkan dengan rumah sakit lainnya di Indonesia. "Ini kebanggaan kita sebagai orang Indonesia bahwa RSUD Soetomo mampu memisahkan 53 bayi kembar siam dan alhamdulillah hidup dan bisa tumbuh kembang secara wajar. Tentu kita tidak mengharapkan banyak kembar siam yang terjadi. Tapi di sini ada kemampuan baik secara teknologi tapi juga para ahli bisa melakukan itu dengan sangat baik," katanya. Apalagi oeparsi ini, kata dia, membutuhkan kerja sama tim, sehingga tidak bisa satu dokter yang hebat tapi harus ada kerja sama tim. "Ini sudah bagus. Itu suatu prinsip yang sangat penting," katanya. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada dokter, perawat dan tim lainnya yang bekerja secara tim untuk menyelematkan bayi kembar siam. "Kita bangga, namun kita doakan bahwa para profesor dan timnya bisa menyelamatkan jiwa-jiwa anak kita yang lahir dengan kelainan," katanya. Sementara itu, Ketua Tim Dokter Kembar Siam RSUD Soetomo Surabaya dr. Agus Hariyanto spa(k) mengatakan delapan hari pascakeluar dari ruang perawatan NICU, kondisi bayi kembar siam dempet dada dan perut Fania terus membaik. "Bahkan berat badan Fania berangsur-angsur meningkat dimana saat ini sudah mencapai 3,2 kilogram," katanya. Menurut dia, asupan asi dan susu formula yang diberikan pun semakin optimal sehingga membuat tumbuh kembang Fania terus meningkat pascadilakukan operasi pemisahan beberapa waktu lalu. Sementara saat ditanya kapan Fania diperbolehkan pulang, Agus mengatakan masih harus menunggu rapat seluruh tim dokter. Hal ini dikarenakan tim dokter masih mengkhawatirkan bila terjadi infeksi pada Fania jika belum benar-benar pulih secara optimal. (*)
Berita Terkait
Gerindra Surabaya gelar cek kesehatan gratis
4 jam lalu
BMKG: Surabaya Senin ini berpeluang hujan ringan
2 Februari 2026 08:45
PWNU Jatim sambangi enam daerah satukan tekad bangun bangsa
1 Februari 2026 21:38
Budidaya sawi alternatif petani Tulungagung
1 Februari 2026 19:54
