Surabaya (ANTARA) - Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari Frans Meroga Panggabean menyatakan bahwa sistem digitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengadopsi aplikasi mobile yang telah diterapkan oleh segenap anggota koperasi tersebut.

Frans menjelaskan aplikasi mobile yang telah dirasakan manfaatnya oleh segenap anggota KSP Nasari itu, selanjutnya menjadi white label bagi setiap KDKMP se- Indonesia.

"Jadi misalnya akan ada aplikasi mobile KDKMP Kelurahan Alun-alun Contong Surabaya dan begitu seterusnya di tiap KDKMP lainnya," katanya kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Selain berisi fitur payment gateway yang memudahkan anggota KDKMP di tiap desa/kelurahan untuk melakukan berbagai jenis pembayaran, aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur pasar desa.

Dengan adanya fitur pasar desa atau kelurahan, lanjutnya, semua warga desa/kelurahan bisa berjualan barang-barang yang menjadi potensi mereka, seperti layaknya marketplace besar yakni Tokopedia atau Shopee.

Frans menambahkan fitur ini juga dilengkapi dengan jasa logistik atau pengantaran.

"Bahasa simpelnya kita bikin GoFood di desa, kita bikin ShopeeFood di tingkat kelurahan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah hadir secara daring dan mengapresiasi KSP Nasari dalam mengedepankan inovasi teknologi demi mempermudah pelayanan anggota koperasi.

Pada 25 November 2025 lalu, Kementerian Koperasi menunjuk KSP Nasari bersama 11 koperasi lainnya yang dinilai memiliki kriteria sebagai percontohan nasional sebagai kakak asuh KDKMP.

KSP Nasari dinilai sebagai konseptor digitalisasi koperasi dipercaya untuk mengembangkan aplikasi mobile bagi segenap anggota KDKMP.



Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026