Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur melakukan penelusuran terhadap temuan limbah medis yang diduga dibuang sembarangan di area saluran air di sekitar kawasan perumahan di kota itu.
"Kami melakukan penelusuran terlebih dahulu soal temuan ini dengan berkoordinasi bersama pihak (dinas) terkait, salah satunya Dinas Lingkungan Hidup. Jadi kan secara umum itu merupakan alat kesehatan berupa suntik," kata Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif di Kota Malang, Rabu.
Penelusuran yang dilakukan ini guna mengetahui pihak pemilik dari limbah medis itu.
Husnul menegaskan bahwa pembuangan limbah medis secara sembarangan tidak dapat dibenarkan, lantaran telah menyalahi prosedur berlaku, apalagi jika barang yang dibuang termasuk ke dalam golongan bahan berbahaya dan beracun (B3).
Baca juga: Puskesmas Mulyorejo berkoordinasi dengan polisi guna cari pembuang limbah medis
Ia menyampaikan, dalam penanganan limbah medis seluruh fasilitas kesehatan telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan penanganan.
Pasalnya, jika tak dilakukan proses yang tepat maka limbah medis bisa memberikan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan manusia.
Terpisah, Pelaksana harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran mengatakan petugas dari dinas terkait bersama Puskesmas Arjowinangun telah melakukan evakuasi terhadap temuan limbah medis tersebut.
Baca juga: Puskesmas Mulyorejo tangani temuan limbah medis di Kota Malang
Limbah medis itu saat ini telah ditempatkan di fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) khusus B3 milik Puskesmas Arjowinangun.
Raymon menyampaikan dari hasil identifikasi awal oleh petugas puskesmas didapat bahwa limbah media yang ditemukan merupakan jenis jarum aboket atau alat memasukkan cairan obat ke dalam pembuluh darah.
"Limbah medis tersebut masih dalam kemasan tersegel dan belum terpakai, temuannya sebanyak dua kantong plastik," kata dia.
Meski masih tersegel tetapi kondisi alat kesehatan itu sudah kadaluarsa sejak 2023 dan 2024.
"Tidak ditemukan label yang menunjukkan pemilik atau dari mana limbah medis itu berasal," katanya.
Baca juga: Warga Sukun Kota Malang sesalkan pembuangan limbah medis sembarangan
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026