Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyelenggarakan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode tes HPV-DNA dan inspeksi visual asam asetat (IVA) secara serentak dan gratis di 16 lokasi puskesmas di kota tersebut, Senin.

Wali Kota Malang, Jawa Timur Wahyu Hidayat di sela peninjauan pelaksanaan deteksi dini kanker serviks di Puskesmas Kendalkerep, mengatakan program tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun guna membantu para wanita mengetahui kondisi kesehatannya.

"Alhamdullilah, ini gratis dan serentak di 16 puskesmas. Untuk pelaksanaannya sebenarnya dilakukan setiap tahun," kata Wahyu.

Bagi masyarakat yang hasil tesnya menunjukkan gejala kanker serviks, pihak puskesmas akan memberikan rujukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit.

"Apabila grade 1 kami sudah siapkan langkahnya, kalau ada yang grade 2 atau grade 3 nanti dibawa ke rumah sakit," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menyebut berdasarkan catatan yang didapatkan dari 16 puskesmas, total peserta deteksi dini kanker serviks mencapai 1.800 orang.

Husnul menyebut mereka yang telah tercatat sebagai pendaftar layanan memiliki usia berkisar 29 sampai dengan 40 tahun.

Pelaksanaan program tersebut berjalan sampai sepekan ke depan.

Data Dinkes Kota Malang menyatakan pada 2025, deteksi dini kanker serviks diikuti sebanyak 2.500 perempuan. Dari jumlah itu, sekitar 40 orang dinyatakan positif kanker serviks.

Mereka telah mendapatkan penanganan dengan metode krioterapi di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Kedungkandang, Puskesmas Ciptomulyo, dan Puskesmas Cisadea.

Penanganan di puskesmas dikhususkan bagi masyarakat yang diagnosa kesehatannya masuk kriteria grade 1 atau tahap awal. Sebanyak 40-an pasien itu telah dinyatakan sembuh.

Husnul menjelaskan penyebab kanker serviks, salah satunya kurang memperhatikan faktor kebersihan diri sendiri dan lingkungan.

"Jadi, penyebabnya virus, bisa dari sanitasi dan higienitas. Kemudian, bisa karena gaya hidup," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026