Malang Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat agar mewaspadai heat stroke atau meningkatnya suhu tubuh secara drastis yang berpotensi terjadi akibat fenomena El Nino saat musim kemarau.
"El Nino ini suhu akan meningkatkan sehingga masyarakat perlu mewaspadai heat stroke yang biasa terjadi di Arab Saudi waktu masa haji tetapi ini potensinya sudah ada juga di Indonesia," kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.
Kondisi medis tersebut dikatakannya menuntut masyarakat supaya lebih memperhatikan sisi keamanan ketika beraktivitas di luar ruangan dengan memperhatikan jam aman, yakni di bawah pukul 10.00 WIB.
Namun, bagi masyarakat punya porsi aktivitas di luar ruangan yang lebih dominan disarankan menggunakan alat pelindung, salah satunya adalah payung supaya tubuh tak terpapar langsung sinar matahari.
Kemudian, masyarakat juga diminta memastikan asupan cairan tubuh terjaga dengan mengonsumsi air mineral minimal 2,5 liter sampai 3 liter per hari sekalipun tak merasakan haus.
Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi akibat dampak cuaca panas.
Apabila seseorang mengalami dehidrasi dan ditambah suhu udara yang panas, maka dia berpotensi lebih rentan terkena heat stroke.
"Penguapan cairan tubuh bisa melalui keringat maupun saat buang air kecil," ucapnya.
Husnul menyebut peningkatan suhu tubuh secara drastis mampu berdampak pada kesehatan seseorang karena jantung akan bekerja lebih cepat memompa darah yang pada akhirnya memicu pecahnya pembuluh darah, terutama di otak dan berakibat munculnya penyakit stroke.
Oleh karena itu, dia menegaskan masyarakat tidak boleh acuh terhadap cuaca panas, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit darah tinggi dan diabetes melitus.
"Kita juga butuh melakukan self assesment dan memperhatikan aktivitas harian yang dilakukan," ucap dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.