Banyuwangi, Jatim (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) membangun 29 titik sumur bor di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas pertanian di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
Selain sumur bor, Banyuwangi juga memperoleh dukungan pembangunan jaringan irigasi tersier sebanyak tiga unit dengan total panjang 300 meter serta bantuan benih untuk 1.001 hektare sawah dan tersebar di beberapa titik.
"Sumur bor ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani sepanjang tahun, sehingga dapat mendorong produktivitas pertanian, sekaligus juga sebagai upaya antisipasi kekeringan memasuki musim kemarau," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meresmikan rumah pompa di areal persawahan Kelompok Tani Kejibeling Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis.
Menurut dia, keberadaan bantuan rumah pompa dan sumur bor dari program optimasi lahan Kementerian Pertanian itu tidak hanya membantu menjaga pasokan air irigasi, akan tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang lebih luas.
Dengan ketersediaan air yang stabil, lanjut Ipuk, petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan mempercepat masa tanam, hingga menekan risiko gagal panen saat musim kemarau.
Selain itu, kata dia, rumah pompa menjadi pusat pengelolaan distribusi air yang lebih tertata dan efisien, dan air dapat dialirkan secara merata ke area persawahan, sehingga petani tidak lagi harus bergantian mendapatkan pasokan air seperti sebelumnya.
"Kami mengajak bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah tersedia ini supaya bisa dimanfaatkan jangka panjang untuk kesejahteraan semua," tutur Ipuk.
Ketua Kelompok Tani Kejibeling Desa Kaotan Isa Ansori mengaku bersyukur atas bantuan sumur bor, karena sejak adanya sumur bor ketersediaan air menjadi lebih melimpah dan stabil.
"Sebelumnya, petani harus bergantian untuk dapat air, sekarang tidak lagi. Untuk masa tanam dan panen juga bertambah yang tadinya dua kali setahun bisa tiga kali setahun, dan sekarang tidak khawatir lagi menanam di musim kemarau karena airnya cukup," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026