Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara menerima Kirab Kerbau sebagai rangkaian awal tradisi Nyadran Dam Bagong yang digelar secara turun-temurun di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Kamis.

Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan aliran Sungai Bagongan untuk kebutuhan irigasi pertanian.  

Dalam prosesi itu, Wabup Syah menerima kirab kerbau sekaligus menyerahkan perlengkapan penyembelihan kepada petugas yang ditunjuk sebelum kerbau dibawa menuju lokasi Nyadran Dam Bagong untuk menjalani prosesi penjamasan atau penyucian. 

“Alhamdulillah tradisi ini masih bisa dilaksanakan setiap tahun. Harapannya dapat terus melestarikan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar,” kata Syah Mohamad Natanegara. 

Ia menilai keberlangsungan tradisi budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat daya tarik budaya di Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, Lurah Ngantru Bambang Wusprapto menjelaskan rangkaian Nyadran Dam Bagong diawali dengan Kirab Mahesa dari pendopo kabupaten menuju kompleks Makam Menak Sopal.

“Setelah kirab dilakukan prosesi jamasan, kemudian ritual penyembelihan kerbau,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian tradisi juga diisi pertunjukan wayang kulit pada malam hari serta prosesi adat pelemparan kepala, kulit, dan kaki kerbau di kawasan Dam Bagong pada keesokan harinya. 

Sedangkan daging kerbau dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan warga. 

“Harapannya tradisi ini tetap lestari tanpa menghilangkan rangkaian adat yang sudah diwariskan turun-temurun,” katanya. 

 



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026